Ming 15 Muharram 1446AH 21-7-2024AD

Sampaikan Ilmu Sesuai Kadar Pemahaman Sang Penerima

Sahabat Nabi Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu menyatakan:

مَا أَنْتَ بِمُحَدِّثٍ قَوْمًا حَدِيثًا لاَ تَبْلُغُهُ عُقُولُهُمْ إِلاَّ كَانَ لِبَعْضِهِمْ فِتْنَةً

Tidaklah engkau menceritakan hadits (berita) kepada suatu kaum yang tidak sampai akal mereka (memahaminya) kecuali akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka (riwayat Muslim dalam Muqoddimah Shahihnya)

Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah menyatakan: Seorang yang berilmu hendaknya bersikap punya kecemburuan terhadap ilmunya, jangan sampai ia memberikan kepada selain orang yang berhak atau meletakkannya bukan pada tempatnya (Roudhotul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaaqiin 1/306).

Syaikh Muhammad al-Amin asy-Syinqithiy rahimahullah menyatakan: dari sini diambil (pelajaran) adab dalam menyebarkan ilmu. (Yaitu) janganlah meletakkan kepada selain orang yang ahli atau berhak terhadapnya (Daf’u Iyhaamil Idthiraab an Aayaatil Kitaab 1/260)

Ibnul Jauziy rahimahullah menyatakan: Di antara bahaya yang besar adalah menyampaikan kepada orang awam sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh akal mereka, atau menyampaikan hal yang berlawanan dengan sesuatu yang telah tertanam kuat dalam jiwa mereka (Shoydul Khoothiir)

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan: Karena itu, termasuk hikmah dalam dakwah adalah jangan mengharapkan manusia (mempelajari) hal yang tidak mungkin diketahuinya. Mestinya sampaikan dakwah kepada mereka sedikit demi sedikit. Hingga menancap pada akal mereka (al-Qoulul Mufiid ala Kitabit Tauhid 2/192)

Syaikh Sholih al-Fauzan hafidzhahullah menyatakan: Seorang penuntut ilmu, para pemberi nasihat, dan para pengajar wajib untuk memperhatikan keadaan hadirin dan kondisi manusia. Berikan kepada mereka permasalahan-permasalahan yang mereka butuhkan. Jangan menyampaikan kepada mereka masalah-masalah asing yang mereka belum sampai pada hal itu. Jika engkau sampaikan kepada penuntut ilmu pemula, janganlah disampaikan masalah-masalah yang asing yang tidak dikenali kecuali oleh orang-orang yang mendalam keilmuannya. Mestinya engkau ajarkan kepada mereka perkara-perkara mendasar yang dijabarkan dengan mudah. Secara bertahap sedikit demi sedikit (I’anatul Mustafid Bi Syarhi Kitabit Tauhid 1/51)


Penulis: Abu Utsman Kharisman

Tinggalkan Balasan