Ming 15 Muharram 1446AH 21-7-2024AD
a person riding a surfboard on top of a wave

Disampaikan di Masjid Taman Bahagia Kota Probolinggo, 21 Dzulhijjah 1445 H/ 28 Juni 2024 M oleh Abu Utsman Kharisman

Khotbah Pertama:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ باِللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} .{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً}

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah…

Segala puji bagi Allah Ta’ala yang menjadikan kehidupan ini begitu bermakna. Kita diberi anugerah hidup di dunia untuk menghamba kepada-Nya semata.

Hidup kita di dunia ini hanya sebentar saja. Nabi shollallahu alaihi wasallam mengibaratkan, bahwa kehidupan di dunia hanyalah bagaikan seorang pengembara yang singgah berteduh sejenak di bawah pohon kemudian pergi beranjak melanjutkan perjalanannya.

مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

Tidaklah aku dalam dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara (dalam perjalanan) yang singgah berteduh di bawah pohon kemudian beranjak meninggalkannya (H.R atTirmidzi dan Ibnu Majah)

Begitu sebentarnya kehidupan dunia, hingga sebagian manusia saat menyaksikan kehidupan akhirat nanti merasa bahwa masa hidupnya di dunia hanyalah di waktu ‘Asyiyyah ataupun waktu Dhuha saja. Atau sekitar 6 jam saja.

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا

Pada hari ketika melihat hari Kiamat itu, mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar) tinggal (di dunia) pada waktu Asyiyyah atau Dhuha saja (Q.S anNaazi’aat ayat 46)

Waktu ‘Asyiyyah yang disebut dalam ayat itu menurut sebagian Ulama tafsir adalah dari sejak tergelincirnya matahari waktu Dzhuhur hingga tenggelam matahari waktu Maghrib. Sedangkan waktu Dhuha adalah dari sejak sekitar 15 menit setelah terbit matahari hingga 10 menit sebelum waktu Dzhuhur. Begitu pendek durasinya. Yaitu sekitar 6 jam saja.

Mereka merasa hidup di dunia seakan-akan hanya sependek itu waktunya.

Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah…

Karena begitu pendeknya masa hidup kita di dunia ini, mari kita jadikan hidup lebih bermakna. Makmurkan dengan ibadah. Jadikan hidup kita sebagai jalinan penghambaan sepanjang hayat untuk Sang Pencipta.

Berbekallah dengan ketakwaan. Karena ketakwaan adalah sebaik-baik bekal perjalanan menuju kehidupan yang kekal.

Terlalu singkat hidup kita untuk meratapi hal-hal yang sangat remeh. Semua akan lenyap dan binasa, kecuali yang dilakukan ikhlas mengharapkan Wajah Allah Azza Wa Jalla.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ. وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Mari tebarkan kebaikan. Karena satu kebaikan yang ditanam, bisa berbuah berjuta kebaikan lain yang tersebar. Mengalirkan pahala yang tak putus bagi sang penanam, saat ia sudah meninggal, namun tetap indah dikenang.

Semoga Allah Ta’ala memberkahi usia kita dalam ketaatan kepada-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khotbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ . وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجَمَعِيْنَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Saudaraku kaum muslimin, rahimakumullah.

Dialah Allah Ta’ala satu-satunya yang tetap memperhatikan kita dengan kasih sayang-Nya, saat semua orang tidak mempedulikan kita. Dia yang melimpahkan anugerah dan nikmat-Nya kepada kita tanpa berharap keuntungan dari kita.

Saat sekalipun kita menjauh dari-Nya, Dia tetap memberikan kebutuhan-kebutuhan kita.

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dia telah menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur (Q.S Ibrahim ayat 34)

Saat kita berusaha mendekat kepada-Nya, Dia (Allah) lebih mendekat kepada kita. Dalam hadits Qudsiy dinyatakan:

وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا

Jika dia (hamba-Ku) mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepada-Nya sedepa…(H.R al-Bukhari dan Muslim)

Berharaplah ampunan hanya kepada-Nya. Karena Dia Allah satu-satunya yang berhak dan mampu memberikan ampunan.

…وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا الله…

Jangan putus asa untuk memohon ampunan kepada-Nya. Karena Dia mengampuni segala dosa bagi para hamba yang bertobat kepada-Nya.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah : “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S az-Zumar ayat 53)

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْهَاشِمِي الْعَرَبِي الْأَوْفَى. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْأَرْبَعَةِ الْخُلَفَا. وَالسَّادَةِ الْحُنَفَا. أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْوَفَا، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ وَلِطَرِيْقَتِهِمُ اقْتَفَى

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمِئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا. اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ

 عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Tinggalkan Balasan