Bacalah AlQuran Dilandasi Cinta dan Tadabbur Agar Hati Menjadi Hidup

Allah Ta’ala berfirman:
وَكَذَ لِكَ أَوۡحَیۡنَاۤ إِلَیۡكَ رُوحࣰا مِّنۡ أَمۡرِنَاۚ مَا كُنتَ تَدۡرِی مَا ٱلۡكِتَـابُ وَلَا ٱلۡإِیمَـانُ وَلَـٰكِن جَعَلۡنَـٰهُ نُورࣰا نَّهۡدِی بِهِۦ مَن نَّشَاۤءُ مِنۡ عِبَادِنَاۚ وَإِنَّكَ لَتَهۡدِیۤ إِلَىٰ صِرَ اطࣲ مُّسۡتَقِیمࣲ
Demikianlah Kami wahyukan ruh (alQuran) dari perintah Kami. Sebelumnya engkau tidak tahu apakah kitab itu dan apakah (rincian) keimanan itu. Namun kami jadikan dia sebagai cahaya yang dengannya Kami beri petunjuk kepada siapa saja yang Kami kehendaki dari para hamba Kami. Sesungguhnya engkau benar-benar memberi petunjuk ke jalan yang lurus (Q.S asy-Syura ayat 52)
Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:
Di dalam ayat ini terdapat penjelasan bahwa alQuran yang mulia adalah ruh yang menghidupkan hati. Atas dasar ini jika engkau mendapati hatimu mati atau engkau dapati sakit atau keras, hendaknya engkau (berobat dengan) alQuran. Bacalah alQuran dengan cinta dan tadabbur (penghayatan terhadap maknanya). Niscaya hatimu akan berubah dari sakit menjadi sehat, dari mati menjadi hidup, dari kaku menjadi lembut. (Tafsir Syaikh Ibn Utsaimin surah asy-Syura)
Naskah dalam Bahasa Arab
قال الله تعالى: وَكَذَ ٰلِكَ أَوۡحَیۡنَاۤ إِلَیۡكَ رُوحࣰا مِّنۡ أَمۡرِنَاۚ مَا كُنتَ تَدۡرِی مَا ٱلۡكِتَـٰبُ وَلَا ٱلۡإِیمَـٰنُ وَلَـٰكِن جَعَلۡنَـٰهُ نُورࣰا نَّهۡدِی بِهِۦ مَن نَّشَاۤءُ مِنۡ عِبَادِنَاۚ وَإِنَّكَ لَتَهۡدِیۤ إِلَىٰ صِرَ ٰطࣲ مُّسۡتَقِیمࣲ ٥٢ الشورى :٥٢
قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى: في هذه الآية: بيانُ أنَّ هذا القرآن الكريم روحٌ تحيا به القلوب، وعلى هذا فإذا وجدتَ قلبَك ميتًا أو وجدتَه مريضًا أو وجدتَه قاسيًا فعليك بالقرآن، اقرأْه عن محبَّةٍ وتدبُّرٍ، فسيتغيَّر القلب من مرضٍ إلى صحَّة، ومن موتٍ إلى حياة، ومن قسوةٍ إلى لِين

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.