Beranda » Latest » Artikel » Ahkam » Jangan Marah Kalau Tidak Dipanggil “Pak Haji”

Jangan Marah Kalau Tidak Dipanggil “Pak Haji”

0
download (29)

Pertanyaan:

Di banyak negeri Islam, ketika para jamaah haji kembali dari tanah suci setelah menunaikan ibadah haji, mereka biasa diberi gelar “Haji” (di Indonesia jika pria maka “Pak Haji” dan jika wanita maka “Bu Hajah”, pent-), dan sebutan itu terus melekat pada mereka. Bagaimanakah hukum hal tersebut?

Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah:

Ini adalah suatu kekeliruan, karena di dalamnya terdapat unsur riya’ (menampakkan amal agar dilihat orang lain). Seseorang tidak sepatutnya menyandang gelar tersebut, dan masyarakat pun tidak selayaknya memanggilnya dengan sebutan itu.

Sebab, pada masa Rasulullah ﷺ, tidaklah menjadi kebiasaan orang-orang untuk mengatakan kepada seseorang yang telah berhaji, “Engkau seorang Haji.”

Sumber: Majmu‘ Fatawa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (24/204)

Naskah dalam Bahasa Arab:

السؤال: سئل فضيلة الشيخ – رحمه الله تعالى – : في معظم الدول الإسلامية فور عودة الحجيج من الأراضي المقدسة بعد أداء الفريضة يلقب من أدى الفريضة بلقب حاج وتظل ملازمة له دائماً فما حكم ذلك؟

الجواب: هذا خطأ؛ لأن فيه نوعاً من الرياء، لا يتلقب بذلك ولا ينبغي أن يدعوه الناس بذلك؛ لأنه ما كان الناس في عهد الرسول – صلى الله عليه وسلم – يقولون للحاج أنت حاج

المصدر: مجموع فتاوى الشيخ ابن عثيمين(24/204)

Penerjemah: Abu Dzayyal Muhammad Wafi