Berjalan Kaki Lebih dari 5 Ribu Kilometer Demi Ilmu: Meneladani Kisah Nyata Imam Abu Hatim Ar-Razi

Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh menyatakan:
Abu Hatim ar-Razi, Abu Hatim ar-Razi adalah ayah dari Abdurrahman, penulis kitab Al-Jarh wa At-Ta’dil. Abu Hatim ar-Razi, nama lengkapnya adalah Muhammad bin Idris ar-Razi.
Beliau adalah salah satu imam Islam terkemuka yang sangat pakar dan dikenal sebagai ahli sunnah serta hujah. Beliau menceritakan sendiri kisah perjalanannya dalam menuntut ilmu ketika masih muda. Beliau berkata: “Aku meninggalkan kota ar-Ray untuk menuntut ilmu pada tahun 213 Hijriah, dan baru kembali lagi ke ar-Ray pada tahun 221 Hijriah.” Artinya, berapa lama beliau merantau? Beliau menetap di perantauan selama tujuh tahun lebih beberapa bulan.
“Aku pergi —atau keluar— dari kota ar-Ray demi mencari hadits.” Dan beliau menceritakan kisahnya bagaimana beliau berpindah dari satu negeri ke negeri lain dengan berjalan kaki. Beliau berkata —dan ini adalah poin yang penting bagi kalian sekarang—, beliau berkata: “Aku telah menghitung jarak yang aku tempuh dengan berjalan kaki demi menuntut ilmu hingga mencapai 1.000 farsakh. Ketika sudah mencapai 1.000 farsakh, aku berhenti menghitungnya.”
Seribu farsakh, beliau menghitungnya sendiri dan menceritakannya di dalam kitabnya. Jarak 1.000 farsakh ini diriwayatkan darinya oleh putranya sendiri. 1.000 farsakh, seberapa jauh satu farsakh itu? Kurang lebih 5 kilometer. Jadi, 1.000 farsakh dikali 5 sama dengan 5.000 kilometer ditempuh dengan berjalan kaki demi menuntut ilmu!
Sekarang, sudah ada mobil namun tidak ada semangat menuntut ilmu di dalamnya. Sudah ada pesawat, tetapi ilmu justru melemah karena tidak ada kesungguhan! Terkadang seorang ulama besar datang berkunjung ke suatu negeri, namun sedikit sekali orang yang antusias untuk mengambil ilmu darinya, mendengarkan nasihatnya, atau menghadiri majelisnya.
Bagaimana para pendahulu kita (Ulama Salaf), para imam Islam itu, bisa menjadi seorang imam? Pertama dan utama, hal itu karena taufik dari Allah Jalla wa ‘Ala kepada mereka sejak awal hingga akhir. Kemudian, Allah Jalla wa ‘Ala menganugerahkan kepada mereka sebab-sebab yang di dalamnya terdapat kekuatan fisik dan tekad yang membaja (himmah). Beliau menceritakan tentang dirinya berbagai hal dalam perjalanannya dari satu negeri ke negeri lain, yang terkadang dilakukan hanya demi mendapatkan satu hadits saja, hingga akhirnya beliau berhasil mengumpulkan ilmu.
Sumber:
Channel Markaz Ahlul Hadis Niger. Video berjudul Semangat Abu Hatim ar-Razi dalam Menuntut Ilmu, disampaikan oleh Syaikh Shalih Alusy Syaikh hafizhahullah wa ra’ah. Diunggah pada 14 Juni 2026.
Transkrip dalam Bahasa Arab
قال الشيخ صالح بن عبد العزيز آل الشيخ
أَبُو حَاتِمٍ الرَّازِيُّ، أَبُو حَاتِمٍ الرَّازِيُّ وَالِدُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ صَاحِبِ كِتَابِ الْجَرْحِ وَالتَّعْدِيلِ، أَبُو حَاتِمٍ الرَّازِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ الرَّازِيُّ.كَانَ أَحَدَ أَئِمَّةِ الْإِسْلَامِ الْجَهَابِذَةِ الْمَعْرُوفِينَ، وَصَاحِبَ سُنَّةٍ وَحُجَّةٍ. قَصَّ عَنْ نَفْسِهِ خَبَرَ طَلَبِهِ لِلْعِلْمِ وَهُوَ صَغِيرٌ، قَالَ: «تَرَكْتُ الرَّيَّ لِطَلَبِ الْعِلْمِ سَنَةَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَمِائَتَيْنِ، وَرَجَعْتُ إِلَى الرَّيِّ سَنَةَ إِحْدَى وَعِشْرِينَ وَمِائَتَيْنِ» يَعْنِي كَمْ مَكَثَ؟ مَكَثَ سَبْعَ سِنِينَ وَأَشْهُرًا. ذَهَبْتُ -أَوْ خَرَجْتُ- مِنَ الرَّيِّ فِي طَلَبِ الْحَدِيثِ، وَذَكَرَ قِصَّتَهُ كَيْفَ أَنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ بَلَدٍ إِلَى بَلَدٍ مَاشِيًا عَلَى الْأَقْدَامِ. قَالَ -وَهَذَا هُوَ الْمُهِمُّ لَكُمْ الْآنَ-: قَالَ: «وَقَدْ أَحْصَيْتُ مَا مَشَيْتُ عَلَى قَدَمَيَّ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ حَتَّى بَلَغْتُ أَلْفَ فَرْسَخٍ، فَلَمَّا بَلَغْتُ أَلْفَ فَرْسَخٍ َتركْتُ الْإِحْصَاءَ . أَلْفَ فَرْسَخٍ، أَحْصَاهَا هُوَ وَيُخْبِرُ عَنْ نَفْسِهِ فِي كِتَابِهِ، أَلْفَ فَرْسَخٍ يَعْنِي يَرْوِيهَا عَنْهُ ابْنُهُ. أَلْفَ فَرْسَخٍ، كَمِ الْفَرْسَخُ؟ خَمْسَةُ كِيلُومِتْرَاتٍ. أَلْفُ فَرْسَخٍ فِي خَمْسَةٍ: خَمْسَةُ آلَافٍ، مَشْيًا عَلَى قَدَمَيْهِ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ
الْآنَ سَيَّارَاتٌ وَلَا طَلَبَ عِلْمٍ فِيهِ، طَيَّارَاتٌ وَالْعِلْمُ ضَعِيفٌ مَا يُحْرَصُ! يَأْتِي الْعَالِمُ وَيَسْتَاهِلُ وَرُبَّمَا يَزُورُ الْبَلَدَ، قَلِيلٌ مَنْ يَحْرِصُ عَلَى الْأَخْذِ عَنْهُ وَالسَّمَاعِ مِنْهُ وَحُضُورِ دَرْسِهِ.السَّلَفُ أَئِمَّةُ الْإِسْلَامِ كَيْفَ كَانُوا أَئِمَّةً؟ بِتَوْفِيقِ اللَّهِ جَلَّ وَعَلَا لَهُمْ أَوَّلًا وَآخِرًا، ثُمَّ أَعْطَاهُمُ اللَّهُ جَلَّ وَعَلَا أَسْبَابًا فِيهَا الْقُوَّةُ وَفِيهَا الْهِمَّةُ. وَذَكَرَ عَنْ نَفْسِهِ أَشْيَاءَ مِنْ رِحْلَتِهِ مِنْ بَلَدٍ إِلَى بَلَدٍ لِتَحْصِيلِ رُبَّمَا حَدِيثٍ وَاحِدٍ حَتَّى جَمَعَ الْعِلْمَ
قناة مركز اهل الحديث با النيجر الفيديو بعنوان همة أبي حاتم الرازي في طلب العلم الشيخ صالح آل الشيخ حفظه الله ورعاه يرفع 14 يوني 2026
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.