Beranda » Latest » Artikel » Ahkam » Bukan Sekadar Sunnah, Ini Ijma’ Ulama: Dalil dan Syarat Mutlak Poligami dalam Islam

Bukan Sekadar Sunnah, Ini Ijma’ Ulama: Dalil dan Syarat Mutlak Poligami dalam Islam

0
sunflowers-gafbbd145b_640

Syaikh Sholih al-Fauzan hafidzhahullah menyatakan:

Adapun poligami, maka ini adalah perkara yang telah disepakati kebolehannya di kalangan kaum muslimin. Tidak ada perbedaan pendapat di dalamnya, berdasarkan firman Allah Ta’ala: “Dan jika kamu khawatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu khawatir tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.” (QS. An-Nisa: 3).

Maka, poligami merupakan perkara yang telah disepakati kebolehannya di kalangan para ulama. Akan tetapi, dengan syarat: ia mengetahui dari dirinya sendiri bahwa ia mampu memenuhi tuntutan-tuntutan para istri, yang berupa nafkah, pakaian, dan tempat tinggal.

Apabila ia mampu menanggung biaya para istri, maka ia boleh berpoligami hingga empat orang wanita. Namun, apabila ia tidak mampu melakukannya, dan ia khawatir terhadap dirinya sendiri akan berbuat curang dalam pembagian (giliran), serta berbuat curang dalam nafkah dan pergaulan dengan para istri, maka hendaklah ia membatasi diri dengan satu istri saja: “Kemudian jika kamu khawatir tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja.” (QS. An-Nisa: 3).

Keadilan yang dimaksud di sini adalah: keadilan dalam bermuamalah, yaitu dalam pergaulan (giliran), pemberian nafkah, tempat tinggal, pakaian, dan selainnya dari perkara-perkara yang ia mampu untuk berlaku adil di dalamnya.

Adapun kecenderungan hati dan rasa cinta hati, maka ini adalah perkara yang ia tidak mampu menguasainya. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. Karena itu, janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung.” (QS. An-Nisa: 129).

(Majmu’ Fatawa Fadhilatusy Syaikh Sholih al-Fauzan 2/529)

Naskah dalam Bahasa Arab

قال الشيخ صالح الفوزان حفظه الله تعالى

وَأَمَّا تَعَدُّدُ الزَّوْجَاتِ: فَهَذَا مُجْمَعٌ عَلَى جَوَازِهِ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ، لَيْسَ فِيهِ خِلَافٌ، لِقَوْلِهِ تَعَالَى: وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ [النِّسَاءِ: ٣]

فَتَعَدُّدُ الزَّوْجَاتِ مُجْمَعٌ عَلَى جَوَازِهِ بَيْنَ أَهْلِ الْعِلْمِ، لَكِنْ بِشَرْطِ أَنْ يَعْرِفَ مِنْ نَفْسِهِ الْقِيَامَ بِمُتَطَلَّبَاتِ الزَّوْجَاتِ، مِنَ الْإِنْفَاقِ وَالْكِسْوَةِ وَالسَّكَنِ. فَإِذَا كَانَ يَسْتَطِيعُ مَؤُونَةَ الزَّوْجَاتِ فَإِنَّهُ يُعَدِّدُ إِلَى أَرْبَعِ نِسْوَةٍ، وَإِذَا كَانَ لَا يَسْتَطِيعُ ذَلِكَ، وَيَخْشَى عَلَى نَفْسِهِ أَنْ يَحِيفَ فِي الْقِسْمَةِ، وَيَحِيفَ فِي الْإِنْفَاقِ وَالتَّعَامُلِ مَعَ الزَّوْجَاتِ، فَإِنَّهُ يَقْتَصِرُ عَلَى وَاحِدَةٍ: {فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً [النِّسَاءِ: ٣

وَالْعَدْلُ هُنَا الْمُرَادُ بِهِ: الْعَدْلُ فِي التَّعَامُلِ بِالْعِشْرَةِ وَالْإِنْفَاقِ وَالسَّكَنِ وَالْكِسْوَةِ، وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنَ الْأُمُورِ الَّتِي يَسْتَطِيعُ الْعَدْلَ فِيهَا. أَمَّا مَيْلُ الْقَلْبِ، وَمَحَبَّةُ الْقَلْبِ، فَهَذِهِ لَا يَسْتَطِيعُ التَّصَرُّفَ فِيهَا، وَلِهَذَا قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: {وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ} [النِّسَاءِ: ١٢٩]

مجموع فتاوى فضيلة الشيخ صالح بن فوزان ج 2 ص 529

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman