Beranda » Latest » Artikel » Ahkam » Penjelasan Syaikh Bin Baz bagi Seorang Muslim yang Lupa Mengucap Bismillah saat Menyembelih

Penjelasan Syaikh Bin Baz bagi Seorang Muslim yang Lupa Mengucap Bismillah saat Menyembelih

0
9b20e0a6a03f27b833663bb71e4418e4

Pertanyaan:

Penanya dalam pertanyaannya yang kedua berkata: “Jika seorang muslim lupa menyebut nama Allah (membaca basmalah) ketika menyembelih, apakah hewan sembelihannya ini haram dan tidak boleh dimakan?”

Jawaban oleh Syaikh Ibnu Baz rahimahullah ta’ala:

“Jika seorang muslim lupa membaca basmalah ketika menyembelih, atau ketika berwudu; maka sembelihannya tetap sah, wudunya juga sah, walhamdulillah. Begitu pula jika ia melupakannya ketika menyembelih Hadyu (hewan yang disembelih karena manasik haji di tanah suci) atau Fidyah (denda haji), semua itu tidak mengapa. Hewan sembelihannya tetap sah dan halal.

Allah berfirman (yang artinya) : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah/keliru.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Dan Allah berfirman (dalam hadis qudsi): “Telah Aku kabulkan.”

Maka orang yang lupa itu dimaafkan, dan hewan sembelihannya tetap halal, baik itu berupa hewan kurban (Udhhiyah), Hadyu, akikah, maupun yang lainnya. Demikian.

Demikian pula halnya dengan orang yang tidak tahu (Jahil), yaitu orang yang belum mengetahui hukum-hukum syariat. Orang yang tidak tahu, jika ia tidak membaca basmalah, maka sembelihannya tetap sah secara syariat karena ketidaktahuannya tersebut. Demikian.

Catatan Penerjemah:

Syaikh Bin Baz menjelaskan bahwa hukum asal membaca basmalah saat menyembelih adalah wajib, namun kewajiban tersebut gugur apabila seseorang benar-benar lupa atau belum mengetahui hukumnya.

Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/12153/حكم-نسيان-التسمية-عند-الذبح

Transkrip Fatwa dalam Bahasa Arab

السؤال: السائل في سؤاله الثاني يقول: إذا نسي المسلم أن يذكر اسم الله عند الذبح فهل ذبيحته هذه حرام، لا يجوز أكلها؟

أجاب عنه الشيخ ابن باز رحمه الله تعالى

إذا نسي المسلم التسمية عند الذبح، أو عند الوضوء؛ فالذبح صحيح، والوضوء صحيح، والحمد لله، أو نسيها عند الهدي -عند الفدي فدية الحج- كل ذلك لا حرج، فالذبيحة صحيحة وحلال، والله يقول: رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا [البقرة:286] قال الله: قد فعلت فالناسي معذور، والذبيحة حلال ضحية أو هدية أو عقيقة أو غير ذلك. نعم

وهكذا الجاهل الذي ما يعرف الأحكام الشرعية، الجاهل إذا ما سمى ذبيحته شرعية لأجل الجهل، نعم

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman