Beranda » Latest » Artikel » Nasihat » Manajemen Waktu Islami: Bagaimana Seorang Muslim Menghabiskan Harinya?

Manajemen Waktu Islami: Bagaimana Seorang Muslim Menghabiskan Harinya?

0
phone-8594571_1280

Pertanyaan:

​Pertanyaan terakhir yang kami ajukan dari saudari kita pada episode kali ini adalah: Bagaimana seorang muslim memanfaatkan dan menghabiskan waktunya dari awal hingga akhir hari?

​Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah:

​Sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk menjaga waktunya, baik di malam maupun siang hari, dan menghabiskannya dalam ketaatan kepada Allah—seperti mendirikan shalat, bertasbih (subhanallah), bertahlil (laa ilaha illallah), berdzikir, serta memanjatkan doa-doa yang baik.

​Sebagaimana disyariatkan pula baginya untuk menghabiskan waktu demi memenuhi kebutuhan dirinya dan kebutuhan keluarganya. Dahulu Nabi ﷺ ketika berada di rumah, beliau juga membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, alaihis shalatu was salam.

​Begitu pula dalam mencari rezeki yang halal, seperti melalui jual beli, perdagangan yang mubah, atau pekerjaan-pekerjaan mubah lainnya yang dapat menghasilkan rezeki agar ia bisa memberi nafkah untuk keluarganya dan dirinya sendiri. Dengan begitu, waktunya akan selalu terjaga: baik untuk mencari rezeki yang halal, maupun untuk ibadah seperti berdzikir, membaca Al-Qur’an, bertasbih, bertahlil, dan mendirikan shalat sunnah pada waktu-waktunya.

​Hal ini juga mencakup perkara-perkara yang mendatangkan manfaat baginya di akhirat, seperti berdakwah di jalan Allah, beramar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran), menjenguk orang sakit, dan amal-amal kebaikan lainnya—termasuk memberikan syafaat (bantuan/rekomendasi) yang baik demi membantu terpenuhinya kebutuhan saudaranya sesama muslim.

​Begitu pula halnya dengan mencari rezeki melalui jual beli atau pekerjaan yang mubah. Seperti itulah seharusnya malam dan siangnya diisi, yaitu menjaga siang dan malamnya agar selalu produktif dalam hal-hal yang bermanfaat bagi dunia maupun akhiratnya.

​Ia harus berhati-hati jangan sampai menghabiskan sebagian waktunya untuk hal-hal yang diharamkan Allah berupa kemaksiatan. Ia wajib berada dalam tingkat kewaspadaan yang tinggi demi menjaga lisannya dan menjaga anggota badannya dari segala sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

​Demikian pula, ia harus menjaga waktunya dari hal-hal yang tidak berguna (fudhul) dan obrolan kosong yang tidak ada manfaatnya. Sebaliknya, waktunya harus benar-benar terjaga: ​baik untuk mengejar akhirat dan beramal saleh,
​mencari rezeki yang halal agar tidak bergantung (meminta-minta) kepada orang lain, ​berada dalam diam, atau tidur yang memang ia butuhkan, ​ataupun menggunakannya untuk berbincang, bercengkerama, dan menghibur keluarganya—baik itu istri, anak-anak, ibu, maupun ayahnya.

Ia membangun keakraban dan berbicara dengan mereka pada waktu-waktu tertentu untuk menyenangkan hati mereka. ​Semua (aktivitas) ini termasuk hal-hal yang dicintai oleh Allah Azza Wajalla. Demikian.

Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/10386/كيفية-استغلال-الوقت

Naskah dalam Bahasa Arab

السؤال

السؤال الأخير الذي نعرضه لأختنا في هذه الحلقة يقول: كيف يقضي المسلم وقته من أول اليوم إلى آخره؟

الجواب

ينبغي للمسلم أن يحفظ وقته ليلًا ونهارًا، وأن يقضيه في طاعة الله من صلاة وتسبيح وتهليل وذكر ودعاء صالح، كما يشرع له أن يقضيه أيضًا في حاجاته، حاجات أهله، كان النبي ﷺ في بيته يقضي حاجات أهله، عليه الصلاة والسلام

وهكذا في كسب الحلال في البيع والشراء والتجارة المباحة، في الأعمال المباحة يكسب بها الرزق حتى ينفق على أهله، وعلى نفسه، ويكون وقته محفوظًا، إما في طلب الرزق الحلال، وإما في العبادات، كالذكر والقراءة، قراءة القرآن، والتسبيح، والتهليل، والصلاة النافلة في أوقات الصلاة، وهكذا ما ينفعه في الآخرة من دعوة إلى الله، وأمر بمعروف ونهي عن منكر، عيادة المريض إلى غير هذا من وجوه الخير، شفاعة حسنة يقضي بها حاجة أخيه، وهكذا طلب الرزق بالبيع والشراء، أو بالعمل المباح، يطلب الرزق، هكذا يكون ليله ونهاره، يكون ليله ونهاره محفوظين فيما ينفعه في الدنيا والآخرة، يحذر أن يصرف بعض وقته فيما حرم الله من المعاصي، ويكون في غاية من الحذر حتى يحفظ لسانه، ويحفظ جوارحه من كل ما حرم الله  وهكذا يحفظ وقته من الفضول والكلام اللاغي الذي لا فائدة فيه، بل تكون أوقاته محفوظة إما في طلب الآخرة والأعمال الصالحة، وإما في طلب الرزق الحلال الذي يستغني به عن الناس، وإما في سكوت، أو نوم يحتاج إليه، أو تحدث مع أهله، يباسط أهله، ويؤانس أهله، زوجته وأولاده وأمه وأبيه، يأنس بهم، ويتحدث معهم في بعض الأوقات، يؤانسهم، كل هذا مما يحبه الله  نعم

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman