Saat Dakwah Tak Didengar: Kita Sedih Karena Ego Atau Karena Allah?

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan:
“Para ulama (orang-orang yang berilmu), tugas mereka hanyalah menyampaikan (al-balagh), sedangkan hidayah berada di tangan Allah. Dan sudah maklum (diketahui bersama) bahwa seorang mukmin pasti akan merasa sedih jika orang-orang tidak menerima kebenaran. Namun, orang yang bersedih ketika manusia tidak menerima kebenaran itu terbagi menjadi dua tipe:
- Tipe pertama: Seseorang yang bersedih karena (ucapan)-nya tidak diterima.
Tipe kedua: Seseorang yang bersedih karena kebenaran (itu sendiri) tidak diterima.
Tipe yang kedua inilah yang terpuji. Sebab, tipe yang pertama ketika berdakwah, sejatinya ia sedang berdakwah untuk dirinya sendiri. Sedangkan tipe yang kedua ketika berdakwah, ia benar-benar berdakwah menuju jalan Allah ‘Azza wa Jalla. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): (Serulah [manusia] kepada jalan Tuhanmu) (QS. An-Nahl: 125).
Namun, jika seseorang berkata: ‘Aku bersedih karena ucapanku tidak diterima justru karena ucapanku itu adalah kebenaran. Buktinya, seandainya jelas bagiku bahwa kebenaran itu menyelisihi pendapatku, pasti aku akan mengambil kebenaran tersebut.’ Apakah orang yang seperti ini terpuji atau tidak?
Jawabannya: Ia tetap terpuji, akan tetapi kedudukannya tidak sama dengan tipe yang kedua tadi—yaitu orang yang tidak memiliki fokus (keinginan) lain kecuali diterimanya kebenaran, baik kebenaran itu datang dari arah dirinya maupun dari arah orang lain.”
(Tafsir Surah al-Kahfi Libni Utsaimin halaman 16-17)
Naskah dalam Bahasa Arab
قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله في تفسير الكهف
العلماء، وظيفتهم البلاغ وأما الهداية فبيد الله، ومن المعلوم أن الإنسان المؤمن يحزن إذا لم يستجبِ الناس للحق، لكنَّ الحازنَ إذا لم يقبل الناس الحق على نوعين
1- نوع يحزن لأنه لم يُقبل
2 – ونوع يحزن لأن الحق لم يُقبل
والثاني هو الممدوح لأن الأول إذا دعا فإنما يدعو لنفسه، والثاني إذا دعا فإنما يدعو إلى الله عز وجل، ولهذا قال تعالى: (أدع الى سبيل ربك) (النحل: 125
لكن إذا قال الإنسان أنا أحزن؛ لأنه لم يُقبل قولي؛ لأنه الحق ولذلك لو تبين لي الحق على خلاف قولي أخذت به فهل يكون محموداً أو يكونُ غير محمود؟ الجواب: يكون محموداً لكنه ليس كالآخرِ الذي ليس له همٌّ إلَاّ قَبول الحق سَواء جاء من قِبَله أو جاء من قبل غيره
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.