Rugi Besar Meninggalkan Jamaah: Meraih Hidangan Surga di Setiap Kunjungan ke Masjid

Pertanyaan:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang pergi ke masjid pada pagi atau sore hari, maka Allah akan menyediakan baginya hidangan di surga setiap kali ia pergi pada pagi atau sore hari.” Apakah hidangan tersebut berulang seiring dengan berulangnya perjalanan pergi dan pulang?
Jawaban Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkhaliy rahimahullah:
Kita berharap kepada Allah, kita berharap kepada Allah, karunia Allah itu sangat luas. Orang yang terakhir masuk surga saja mendapatkan surga dan sepuluh kali lipat semisalnya.
Janganlah kalian menganggap banyak karunia Allah subhanahu wa ta’ala (sehingga menyangka Allah kesulitan, pen) : “Allah akan menyediakan baginya hidangan di surga setiap kali ia pergi pada pagi atau sore hari.” Setiap kali ia pergi, Allah sediakan baginya taman-taman, Allah sediakan baginya hidangan. Ini adalah kenikmatan yang sangat besar.
Subhanallah, bagaimana bisa orang-orang bermalas-malasan untuk pergi dan pulang ke masjid!! Alangkah ruginya mereka!!
Pada setiap langkah dicatat satu kebaikan dan dihapuskan satu keburukan. Apabila ia duduk di masjid, para malaikat mendoakannya, memohonkan keberkahan dan ampunan untuknya. Betapa banyak hal (pahala) yang terlewatkan oleh orang yang kasihan ini.
Demi Allah, seandainya ia tahu bahwa ia akan mendapatkan beberapa keping uang (dirham), niscaya ia akan berlari meninggalkannya, sebagaimana sabda Rasulullah ‘alaihis shalatu was salam (yang artinya) : “Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya salah seorang dari mereka mengetahui bahwa ia akan mendapatkan tulang berdaging yang gemuk atau dua daging di antara dua tulang rusuk yang baik, niscaya ia akan menghadiri shalat Isya.” (H.R al-Bukhari dan Muslim). Ini adalah sifat orang munafik.
Dan meninggalkan shalat berjamaah merupakan bagian dari sifat orang-orang munafik: “Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Seandainya mereka mengetahui pahala yang ada pada keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.”
Maka hendaklah seorang muslim berhati-hati dari sifat nifak, dari ciri-ciri nifak, dan dari perangai nifak. Hendaklah ia senantiasa menjaga shalat berjamaah ini. Betapa besarnya kerugian yang ia dapatkan (jika meninggalkannya) dan betapa besarnya keuntungan yang ia dapatkan jika ia menjaganya.
Kita memohon kepada Allah semoga Dia menjadikan kita dan kalian termasuk orang-orang yang berkomitmen dalam menaati Allah dan menaati Rasul-Nya ‘alaihis shalatu was salam, membenarkan janji Allah, beriman kepada janji-Nya, serta sangat bersemangat meraih kebaikan yang sangat besar yang Allah sediakan bagi orang-orang yang taat—baik orang-orang saleh dalam shalat berjamaah, orang-orang yang membenarkan, orang-orang yang berbuat baik, maupun para penuntut ilmu—yang diperoleh seorang muslim dengan keselamatan akidah dan amal-amal salehnya.
Kita memohon kepada Allah tabaraka wa ta’ala semoga Dia meninggikan derajat kita dan kalian di ‘Illiyyin, dan menjadikan kita serta kalian termasuk hamba-hamba-Nya yang saleh.
Sesungguhnya Rabb kita Maha Mendengar doa.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Sumber: Adz-Dzari’ah Ilaa Bayaani Maqooshidi Kitabisy Syari’ah 1/293-294
Naskah dalam Bahasa Arab
سُؤَالٌ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ غَدَا إِلَى المَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِي الجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ»^(١)، هَلِ النُّزُلُ يَتَعَدَّدُ بِتَعَدُّدِ الذَّهَابِ وَالمَخْرَجِ وَالمَجِيءِ؟
أجاب عنه الشيخ ربيع بن هادي المدخلي رحمه الله تعالى: نَرْجُو اللهَ، نَرْجُو اللهَ فَضْلُ اللهِ وَاسِعٌ، آخِرُ مَنْ يَدْخُلُ الجَنَّةَ لَهُ مِثْلُ الجَنَّةِ وَعَشْرِ مَرَّاتٍ لَا تَسْتَكْثِرْ عَلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: «أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِي الجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ»، كُلَّمَا رَاحَ أَعَدَّ لَهُ الرِّيَاضَ، أَعَدَّ لَهُ النُّزُلَ، هَذِهِ نِعْمَةٌ عَظِيمَةٌ، سُبْحَانَ اللهِ كَيْفَ يَتَكَاسَلُ النَّاسُ عَنِ الغُدُوِّ وَالرَّوَاحِ إِلَى المَسَاجِدِ!! كَمْ يَخْسَرُونَ
فِي كُلِّ خَطْوَةٍ حَسَنَةٌ وَتُحَطُّ عَنْهُ سَيِّئَةٌ، وَإِذَا جَلَسَ فِي المَسْجِدِ تُصَلِّي عَلَيْهِ المَلَائِكَةُ، تَدْعُو لَهُ وَتَسْتَغْفِرُ لَهُ، كَمْ يَفُوتُ هَذَا المِسْكِينَ، وَاللهِ لَوْ يَعْرِفُ أَنَّهُ يَكْسِبُ دُرَيْهِمَاتٍ لَرَاحَ يَرْكُضُ، كَمَا قَالَ الرَّسُولُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ يَجِدُ عَرْقًا سَمِينًا، أَوْ مِرْمَاتَيْنِ حَسَنَتَيْنِ لَشَهِدَ العِشَاءَ»^(٢)، هَذَا المُنَافِقُ
وَالتَّخَلُّفُ عَنْ صَلَاةِ الجَمَاعَةِ مِنْ صِفَاتِ المُنَافِقِينَ: «أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى المُنَافِقِينَ: صَلَاةُ العِشَاءِ وَصَلَاةُ الفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا
فَلْيَحْذَرِ المُسْلِمُ مِنَ النِّفَاقِ وَمِنْ صِفَاتِ النِّفَاقِ وَمِنْ خِصَالِ النِّفَاقِ، وَلِيَواظِبْ عَلَى هَذِهِ الجَمَاعَةِ، كَمْ يَخْسَرُ وَكَمْ يَكْسِبُ إِذَا وَاظَبَ
فَنَسْأَلُ اللهَ أَنْ يَجْعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِمَّنْ يَلْتَزِمُ طَاعَةَ اللهِ وَطَاعَةَ رَسُولِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، وَيَصْدُقُ وَعْدَ اللهِ وَيُؤْمِنُ بِوَعْدِهِ وَيَحْرِصُ كُلَّ الحِرْصِ عَلَى مَا أَعَدَّ اللهُ لِلطَّائِعِينَ، سَوَاءٌ الصَّالِحِينَ فِي جَمَاعَةٍ أَوِ التَّصْدِيقِ أَوِ المُحْسِنِينَ أَوْ طُلَّابِ العِلْمِ مِنَ الخَيْرِ العَظِيمِ، يَكْسِبُهُ المُسْلِمُ بِسَلَامَةٍ وَبِأَعْمَالِهِ الصَّالِحَةِ
فَنَسْأَلُ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنْ يَرْفَعَ دَرَجَاتِنَا وَإِيَّاكُمْ فِي عِلِّيِّينَ، وَأَنْ يَجْعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ عِبَادِهِ الصَّالِحِينَ، إِنَّ رَبَّنَا لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ. وَصَلَّى اللهُ اللَّهُمَّ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
*(الهوامش)*
^(١) أخرجه البخاري في «الأذان»، حديث [٦٦٢]، ومسلم في «المساجد»، حديث [٦٦٩]
^(٢) رواه البخاري في «الأذان»، حديث [٦٤٤]، ومسلم في «المساجد»، حديث [٦٥١]
الذريعة إلى بيان مقاصد كتاب الشريعة ١\٢٩٣-٢٩٤
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.