Bagaimanakah Durasi dan Pembagian Waktu Shalat Malam Terbaik?

Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam bersabda:
أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ، وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ، وَيَنَامُ سُدُسَهُ، وَيَصُومُ يَوْمًا، وَيُفْطِرُ يَوْمًا
Shalat yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat (Nabi) Dawud -semoga keselamatan tercurah kepada beliau-. Puasa yang paling dicintai oleh Allah puasa (Nabi) Dawud. Beliau tidur separuh malam, bangun (shalat malam) selama sepertiga malam, tidur selama seperenam malam, berpuasa sehari dan berbuka sehari (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin al-Ash)
Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan:
“Tahajud di malam hari termasuk ibadah yang paling utama, dan ia merupakan shalat yang paling utama setelah shalat-shalat fardhu. Maka shalat malam lebih utama daripada shalat siang, khususnya pada sepertiga malam yang terakhir. Sebab, Allah Subhanahu wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir, lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan untuknya, siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri padanya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku
ampuni baginya.’
Pembagian malam yang paling utama adalah shalat Nabi Daud ‘alaihissalam, beliau tidur separuh malam, bangun (shalat) sepertiganya, dan tidur kembali pada seperenamnya. Demikian pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang melakukan hal tersebut, bahkan sebagian besar kebiasaan beliau adalah seperti itu.
Atas dasar ini, maka kami katakan bahwa shalat malam yang paling utama adalah yang dilakukan setelah pertengahan malam hingga tersisa seperenam malam. Dan hendaknya seseorang ketika bertahajud berupaya membaca Al-Qur’an secara perlahan/tartil serta menghayati apa yang dibacanya….”
(Fatawa Nurun alad Darb 8/6)
Pembagian dan Durasi di Waktu Malam Untuk Istirahat dan Shalat Malam Nabi Dawud
Shalat malam yang dilakukan oleh Nabi Dawud adalah yang paling sempurna sehingga paling dicintai oleh Allah. Seandainya durasi malam adalah 10 jam, karena waktu Maghrib adalah jam 6 sore sedangkan waktu Subuh adalah jam 4 pagi, maka durasi tidur malam dan durasi shalat malam Nabi Dawud adalah:
Durasi tidur malam :
Tidur malam di permulaan ditambah tidur malam setelah shalat malam = separuh malam ditambah seperenam malam = 5 jam + 1 jam 40 menit, sehingga total tidur malam Nabi Dawud adalah 6 jam 40 menit.
Sedangkan durasi shalat malam Nabi Dawud adalah selama sepertiga malam yaitu 3 jam 20 menit.
Hal itu jika diasumsikan bahwa total malam di suatu tempat adalah selama 10 jam dari Maghrib sampai Subuh.
Demikianlah kondisi yang sempurna atau ideal. Apabila seseorang tidak mampu mencapai kondisi sempurna itu, setidaknya ia berusaha tidak meninggalkan shalat malam. Meskipun hanya mampu dua rakaat ringan ditambah 1 rakaat witir dalam durasi yang tidak lama. Kalaupun tidak memungkinkan shalat malam setelah bangun tidur, hendaknya shalat witir sebelum tidur sebagaimana wasiat Nabi kepada sebagian Sahabat. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberi taufiq dan pertolongan kepada kita dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya.
Penulis: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.