Beda Motif Beda Hukum: Penjelasan Syaikh Bin Baz Soal Loyalitas kepada Non-Muslim

Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz – semoga Allah merahmatinya- menyatakan:
Menjadikan orang-orang kafir sebagai wali (pemimpin/pelindung) dan muwalat (memberikan rasa cinta/kesetiaan) kepada mereka terbagi menjadi dua kategori: kategori yang termasuk pembatalan keislaman (murtad) dan kategori yang termasuk perbuatan maksiat.
1. Kategori yang Termasuk Pembatalan Keislaman (Murtad):
Sesuatu dari bentuk muwalat yang konsekuensinya adalah menolong dan mendukung mereka untuk mengalahkan umat Islam, membantu mereka melawan umat Islam, ridha terhadap agama mereka, menyukai agama mereka, atau hal-hal yang serupa dengan itu—maka ini tergolong sebagai perbuatan murtad dan termasuk di antara pembatal-pembatal keislaman.
2. Kategori yang Termasuk Perbuatan Maksiat:
Apabila hal itu terjadi karena dorongan hawa nafsu, ketamakan terhadap harta dunia, serta keinginan untuk mendapatkan keuntungan duniawi dari mereka—tanpa ada bentuk menolong mereka untuk mengalahkan umat Islam dan tanpa menyukai agama mereka—namun ia menjadikan mereka sebagai kawan dekat, kawan bergaul, dan sahabat, maka ini tergolong sebagai maksiat (dosa besar). Kita memohon keselamatan kepada Allah.”
Disadur dari:
Rekaman pelajaran: Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibn Katsir, dari firman Allah:
كانوا لا يتناهون عن منكر فعلوه
Catatan Penerjemah
Berbeda halnya jika sekadar muamalah dengan orang kafir semisal jual beli, sewa menyewa, pinjam meminjam, dan semisalnya berjalan secara adil, tanpa ada kedzhaliman, dan tidak ada pelanggaran syar’i, maka hal itu boleh-boleh saja. Tanpa ada loyalitas dan kecintaan dalam hati kepada mereka pada sisi yg terlarang tersebut. Berbuat dzhalim adalah terlarang kepada siapapun termasuk kepada orang kafir.
Wallaahu A’lam.
Transkrip dalam Bahasa Arab
قال الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز رحمه الله تعالى
اتخاذ الكفار أولياء وموالاتهم قسمان: قسم من باب الردة، وقسم من باب المعصية
فما كان من الموالاة يقتضي نصرهم وتأييدهم على المسلمين ومعاونتهم على المسلمين والرضا بدينهم أو محبة دينهم أو ما أشبه ذلك كان من قبيل الردة، ومن قبيل نواقض الإسلام
وإذا كان من باب الهوى والطمع في الدنيا والحرص على ما وراءهم من الدنيا من غير أن ينصرهم على المسلمين، من غير أن يحب دينهم، لكن يتخذهم عشراء وأصحاب وأصدقاء فهذا من المعاصي، نسأل الله السلامة
تفسير القرآن العظيم (ابن كثير) (من قوله: كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ..)
Sumber: https://binbaz.org.sa/pearls/560/اقسام-الناس-في-اتخاذ-الكفار-اولياء-وموالاتهم
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.