Beranda » Latest » Artikel » Muamalah » Memberi Nasihat Kepada Orang Lain Terkait Istrinya

Memberi Nasihat Kepada Orang Lain Terkait Istrinya

0
park-6549851_1280

Syaikh al-Utsaimin rahimahullah ditanya:

“Jika seseorang melihat kesalahan pada seorang wanita (istri orang lain), apakah dia harus memberitahu suaminya?”

Beliau rahimahullah menjawab:

“Termasuk bentuk nasihat kepada saudaramu adalah jika engkau melihat keluarganya (istrinya) melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya, hendaklah engkau memberitahunya. Karena di dalam hal ini terdapat kemaslahatan (nasihat) bagi si suami maupun bagi keluarganya.

Akan tetapi, sebagian orang ada yang berwatak buruk; jika engkau menasihatinya terkait keluarganya, dia justru menuduhmu (macam-macam) terhadap mereka. Dia akan berkata: ‘Keluargaku tidak mungkin melakukan ini, kamulah yang jahat karena membuntuti mereka,’ atau ucapan semacam itu.

Oleh karena itu, dalam segala kondisi, seseorang harus mempertimbangkan kemaslahatan, dan menjadikan sabda Nabi ﷺ sebagai timbangan: ‘Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.'”

(Syarh Shahih al-Bukhari 1/400 catatan kaki nomor 1)

Naskah dalam Bahasa Arab

سئل الشيخ الشارح رحمه الله: إذا رأى الإنسان خطأ من امرأة فهل يخبر زوجها به؟

فأجاب رحمه الله: إنه لمن النصيحة لإخوانك أنك إذا رأيت أهله على ما لا ينبغي أن تخبره؛ لأن في هذا نصيحة له ولأهله، لكن بعض الناس شرير إذا نصحته في أهله اتهمك أنت بهم، وقال: أهلي لا يفعلون هذا، لكن أنت خبيث تلاحقهم، وما أشبه ذلك. وعلى كل حال ينظر الإنسان للمصلحة، ويجعل الميزان قوله ﷺ: من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت (شرح صحيح البخاري لابن عثيمين 1\400 في الهامش الأول)

Catatan Penerjemah:

Sungguh nasihat yang indah dari seorang Ulama besar. Orang yang baik dan bijak saat mendapat nasihat tentang istrinya akan berterima kasih atas nasihat itu. Ditampungnya dengan baik, dan kemudian dia akan cermati serta ia pelajari dengan seksama. Bisa jadi apa yang disampaikan orang itu benar, sehingga ada perbaikan pada dirinya maupun istrinya. Alhamdulillah.

Atau kalaupun tidak benar, ia tidak menutup peluang bagi orang lain dalam menyampaikan nasihat atau saran. Tinggal ia sesuaikan bentuk tarbiyah yang benar untuk istrinya. Sedangkan orang yang berwatak buruk atau punya karakter yang buruk, akan selalu menuduh orang yang memberi saran terkait istrinya adalah orang yang mencari-cari kesalahan istrinya. Atau mungkin ia akan menolak nasihat itu dan mengatakan: Urus sendiri istri masing-masing. Ia menutup pintu perbaikan untuk diri dan keluarganya.

Semoga Allah Ta’ala memperbaiki keadaan kaum muslimin dan keluarganya.


Penerjemah: Abu Utsman Kharisman