Beranda » Latest » Artikel » Muamalah » Penyampaian Nasihat yang Lembut dari Anak Kepada Ayah

Penyampaian Nasihat yang Lembut dari Anak Kepada Ayah

0
aerial photography of rice terraces during daytime

Pertanyaan:

​Penanya berkata: “Saya memiliki seorang ayah yang jika sedang marah kepada saya, beliau sering mencela saya. Jika saya diam saja, marahnya justru bertambah. Namun, jika saya menjawab dengan argumen yang meyakinkan, beliau diam dan ridha kepada saya. Apa hukum berdiskusi dengan beliau dalam kondisi seperti ini? Dan bagaimana seharusnya diskusi seorang anak dengan ayahnya jika mereka berbeda pendapat?”

​Jawaban Syaikh Ubaid al-Jabiriy rahimahullah:

​”Saya memahami dari pertanyaanmu bahwa ayahmu—ketika sedang menegur atau menyalahkanmu dalam suatu perkara yang menurutnya baik—sementara engkau ingin menjelaskan posisi (alasan)mu kepadanya; maka selama tutur katamu tetap rendah hati, lembut, santun, dan halus, maka tidak mengapa bagimu, insya Allah. Hal ini termasuk ke dalam bentuk nasihat.”

​Murid (penanya kembali menegaskan):

“Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, Syaikh. Ia bertanya di dalam soal: ‘Bagaimana bentuk diskusi seorang anak dengan ayahnya jika mereka berbeda pendapat?'”

​Syaikh menjawab:

“Caranya adalah sebagaimana yang telah kami sampaikan: lembut dalam tutur kata, serta memberikan penjelasan yang baik agar ayahmu memahami posisimu dan mengerti bahwa engkau berada di pihak yang benar.

​Ini artinya engkau harus menghindari membentaknya dan tetaplah bersikap lemah lembut, seperti mengucapkan: ‘Wahai Ayah, semoga Allah mengampunimu,’ ‘Semoga Allah merahmatimu,’ ‘Jika Ayah berkenan memberi saya waktu sedikit (untuk menjelaskan),’ ‘Kabar gembira untukmu (baik, Ayah),’ …dan kata-kata serupa yang dapat meredam amarah, melembutkan hati orang tua, serta membuat dadanya lapang dalam menerima apa yang engkau katakan dan jelaskan. Sebagaimana yang telah saya sampaikan, ini termasuk bagian dari nasihat, yakni nasihat yang wajib.”


Naskah dalam Bahasa Arab

يقول السائل: عندي والدي إذا غضب عليه فإنَّه يعاتبني كثيرًا فإذا سكتُ ازداد غضبًا، فإذا رددت عليه بحجة مقنعة سكت ورضي عني، فما حُكم النِّقاش معه في هذه الحال؟ وكيف يكون نقاش الابن مع أبيه إذا اختلفا؟

الجواب: فهمت من سؤالك أنَّ الوالد حينما يعاتبك ويعتب عليك في أمرٍ هو استحسنه، وأنت تريد أن تُبيِّن له موقفك، فمادام خطابك متواضعًا، لينًا، رفيقًا، رقيقًا فلا شيء عليك إن شاء الله، فهذا من النَّصيحة

الطالب: جزاك الله خير شيخ، يقول في السؤال: كيف تكون مناقشة الابن مع أبيه إذا اختلفا؟

تكون كما قدَّمنا، لين الخطاب، وكذلك البيان الجيِّد الذي يفهم به أبوك موقفك وأنَّك على صواب، هذا معناه أنك تتجنب نهره، وتلاطفه مثل: يا أبي غفر الله لك، رحمك الله، لو أمهلتني، أبْشر، ونحو هذه الكلمات التي تُسَكْن الغَضَب، وتُليِّن قلب الوالد، وتجعله مُنشرح الصَّدر لما تقوله وتبينه له، كما قدَّمت هذا من النَّصيحة أعني من النَّصيحة الواجبة

Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/8754 dan https://telegram.me/ubaid_aljabry