Beranda » Latest » Artikel » Ahkam » Hukum Menafsirkan Mimpi dan Bahaya Terlalu Terobsesi Kepadanya

Hukum Menafsirkan Mimpi dan Bahaya Terlalu Terobsesi Kepadanya

0
moon light shining on bed

Pertanyaan:

Apa hukum menakwilkan (menafsirkan) mimpi?

Jawaban Syaikh Ibn Utsaimin -semoga Allah merahmatinya-:

(Hukumnya boleh) dengan syarat orang tersebut memiliki ilmu tentangnya. Menafsirkan mimpi itu tidak selalu sejalan dengan ilmu syar’i (agama). Terkadang, ada sebagian orang yang memiliki ilmu syar’i namun tidak mampu menafsirkan mimpi. Sebaliknya, ada sebagian orang yang tidak memiliki ilmu syar’i tetapi mampu menafsirkannya dengan sangat tepat.

Namun, saya menasihati siapa saja yang mendengar perkataan saya ini agar tidak terlalu berambisi untuk mencari-cari tahu tafsir mimpi. Sebab, apabila setan mengetahui bahwa seseorang selalu mencari-cari tafsir mimpi, setan akan mulai mengganggunya dengan memperlihatkan mimpi-mimpi yang tidak ia sukai agar ia merasa sedih.

Sebaliknya, hendaknya ia berusaha melupakan mimpi tersebut dan tidak memikirkannya. Dahulu, para sahabat
radhiyallahu ‘anhum juga pernah bermimpi hingga mimpi tersebut membuat mereka gelisah dan jatuh sakit. Sampai akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam memberikan petunjuk kepada mereka: Jika mereka melihat mimpi yang tidak disukai, hendaknya mereka memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan setan dan dari keburukan mimpi yang mereka lihat, serta tidak menceritakannya kepada siapa pun. Dengan begitu, mimpi tersebut tidak akan membahayakan mereka.

Sumber: Silsilah Liqa’at al-Bab al-Maftuh, Pertemuan [218]

Transkrip Fatwa dalam Bahasa Arab

السؤال: ما حكم تعبير الرؤيا؟

أجاب عنه الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى: بشرط أن يكون الإنسان عنده علم، وتفسير الرؤيا لا يتبع العلم الشرعي، قد يكون بعض الناس عنده علم شرعي ولا يستطيع يعبر الرؤيا، وقد يكون بعض الناس ليس عنده علم شرعي ويعبر تعبيراً تاماً، ولكني أنصح من يبلغه كلامي هذا ألا يحرص على تتبع الرؤى؛ لأن الشيطان إذا علم من الإنسان تتبعه للرؤى صار يؤذيه بأن يريه ما يكره; حتى يحزن بل يتناساها ولا يهتم بها؛ لأن الصحابة رضي الله عنهم كانوا يرون الرؤيا فتزعجهم ويمرضون منها.حتى أرشدهم النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم أنهم إذا رأوا ما يكرهون استعاذوا بالله من شر الشيطان ومن شر ما رأوا، ولا يخبرون أحداً.ثم لا تضرهم.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [218]

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman