Beranda » Latest » Artikel » Manhaj » Segera Terimalah Kebenaran Saat Pertama Sampai Kepadamu

Segera Terimalah Kebenaran Saat Pertama Sampai Kepadamu

0
mountains-4387209_640

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:

“Terhalangnya Abu Thalib (dari hidayah); Allah menghalanginya dari hidayah karena ia memang tidak layak mendapatkannya, oleh karena itulah Allah menutup pintu hidayah baginya. Terhalangnya seseorang dari hidayah itu memiliki sebab-sebab, di antaranya:

  1. Fanatisme terhadap kebatilan.
  2. Sentimen Jahiliyah (kesombongan buta).

Kedua hal ini menyebabkan seseorang tidak diberikan taufik oleh Allah Jalla wa ‘Ala. Barang siapa yang telah jelas baginya kebenaran namun ia tidak mau menerimanya, maka ia akan dihukum dengan al-hirman (diharamkan/terhalang dari hidayah) —kita berlindung kepada Allah darinya—. Ia akan dihukum dengan penyimpangan dan kesesatan, sehingga setelah itu ia tidak akan bisa lagi menerima kebenaran.

Maka, di dalam kisah ini terdapat dorongan (motivasi) bahwa barang siapa yang telah sampai kepadanya kebenaran, wajib baginya untuk segera menerimanya secara langsung, tidak boleh ragu-ragu dan tidak boleh menunda-nunda. Karena jika ia menunda, maka ia sangat layak untuk diharamkan (dijauhkan) dari kebenaran tersebut.

Allah berfirman (yang artinya):

“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka.” (QS. As-Saff: 5)

Dan firman-Nya (yang artinya):

“Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka sebagaimana mereka tidak beriman kepadanya (Al-Quran) pada permulaan…” (QS. Al-An’am: 110)”


Sumber: I’ānatul Mustafīd (1/259).

Naskah dalam bahasa Arab

قال الشيخ صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله تعالى

“حرمان أبي طالب، حرمه الله من الهداية لأنه لا يستحقّها، فلذلك حرمه منها، والحرمان له أسباب: ومنها: التعصّب للباطل، وحميّة الجاهلية تسبّبان أن الإنسان لايوفقه الله جلا وعلا، فمن تبين له الحق ولم يقبله فإنه يعاقب بالحرمان -والعياذ بالله- يعاقب بالزيغ والضلال ولا يقبل الحق بعد ذلك، فهذا فيه الحثّ على أن من بلغه الحق وجب عليه أن يقبله مباشرة، ولا يتلكّأ ولا يتأخر، لأنه إن تأخر فحريّ أن يُحرم منه. {فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللهُ قُلُوبَهُمْ}، {وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ}

(إعانة المستفيد: 1 – 259)