Beranda » Latest » Artikel » Aqidah » Bolehkah Meminta Tolong Kepada Malaikat untuk Membangunkan Kita?

Bolehkah Meminta Tolong Kepada Malaikat untuk Membangunkan Kita?

0
grayscale photo of bare tree

Pertanyaan:

Di kalangan sebagian orang awam tersebar kebiasaan, bahwa sebelum tidur seseorang berkata: “Wahai malaikat-malaikat penjaga, bangunkanlah aku pada pukul sekian atau pada waktu sekian.” Bagaimana hukum ucapan tersebut?

Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah:

Hal itu tidak diperbolehkan, bahkan termasuk syirik akbar, karena merupakan doa kepada selain Allah dan permintaan kepada makhluk gaib. Hukumnya sama seperti meminta kepada jin, berhala, atau orang-orang yang telah meninggal dunia.

Hal ini berdasarkan keumumuman firman Allah Ta’ala:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah kalian berdoa kepada siapa pun bersama dengan Allah.” (QS. Al-Jinn: 18)

Dan firman-Nya:

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ * إِنْ تَدْعُوهُمْ لا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

“Demikianlah Allah Rabb kalian, milik-Nya seluruh kerajaan. Adapun orang-orang yang kalian sembah selain Dia tidak memiliki sesuatu pun walaupun hanya setipis kulit ari biji kurma. Jika kalian menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruan kalian. Kalaupun mereka mendengar, mereka tidak akan dapat memenuhi permintaan kalian. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikan kalian. Tidak ada yang dapat memberitakan kepadamu seperti (Allah) Yang Maha Mengetahui.” (QS. Fathir: 13–14)

Dalam ayat ini Allah menyebut doa kepada selain-Nya, baik kepada orang yang telah meninggal, berhala, jin, maupun malaikat, sebagai kesyirikan.

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

“Dan sesungguhnya dahulu ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari kalangan jin, maka jin-jin itu justru menambah bagi mereka dosa dan kesesatan.” (QS. Al-Jinn: 6)

Dan firman-Nya:

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Barang siapa berdoa kepada sesembahan lain di samping Allah tanpa suatu dalil pun baginya, maka sesungguhnya perhitungannya berada di sisi Rabbnya. Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.” (QS. Al-Mu’minun: 117)

Allah menyebut orang yang berdoa kepada selain-Nya sebagai orang-orang kafir. Hal ini mencakup seluruh makhluk yang diseru selain Allah, baik orang mati, berhala, jin, maupun malaikat.

Yang dikecualikan hanyalah meminta bantuan kepada orang yang masih hidup, hadir di hadapan kita, dan mampu melakukannya, sebagaimana firman Allah dalam kisah Nabi Musa ‘alaihissalam:

فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ

“Lalu orang yang berasal dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk menghadapi orang yang menjadi musuhnya.” (QS. Al-Qashash: 15)

Ayat ini menunjukkan bolehnya meminta bantuan kepada manusia yang hidup, hadir, dan mampu.

Termasuk dalam syirik besar adalah ucapan sebagian orang:
* “Wahai jin, tangkaplah dia!”
* “Wahai tujuh jin, tangkaplah dia!”
* “Wahai jin tengah hari, tangkaplah dia!”
* “Wahai jin di lembah ini…”
* “Wahai jin di negeri fulan…”

Semua ucapan tersebut merupakan syirik akbar, karena berisi doa dan permohonan kepada makhluk gaib selain Allah.

Demikian pula jika seseorang berkata:
* “Wahai malaikat-malaikat Allah, bangunkanlah aku.”
* “Wahai malaikat-malaikat Allah, jagalah aku.”
* “Wahai jin penghuni rumah, jagalah aku.”
* “Wahai jin penghuni rumah, bangunkanlah aku.”

Maka semua itu termasuk syirik akbar. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari perbuatan tersebut.

Seorang muslim wajib menjauhi semua bentuk kesyirikan tersebut. Hendaknya ia hanya memohon pertolongan kepada Allah, hanya berdoa kepada Allah, dan hanya meminta kepada-Nya. Sebab Allah-lah Yang Mahamencukupi dan Mahakuasa atas segala sesuatu.

Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doa kalian.” (QS. Ghafir: 60)

Dan firman-Nya:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Nabi ﷺ juga bersabda:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

“Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin untuk memahami agama-Nya dengan benar serta melindungi kita dari segala sebab yang mendatangkan kemurkaan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.

Sumber: Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, jilid 7, hlm. 180–182.

Fatwa dalam bahasa Arab:

السؤال: اشتهر عند بعض العوام أن يقول أحدهم قبل النوم يا ملائكة الحفظ أيقظوني في الساعة كذا أو عند وقت كذا؟

الجواب:  هذا لا يجوز بل هو من الشرك الأكبر؛ لأنه دعاء لغير الله وطلب من الغائب، فهو كالطلب من الجن والأصنام والأموات؛ لعموم قوله تعالى: ﴿وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا﴾[الجن: 18] وقوله سبحانه: ﴿ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ * إِنْ تَدْعُوهُمْ لا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ﴾[فاطر: 13 ـ 14]. فسمى سبحانه دعاء غيره من الأموات والأصنام والجن والملائكة شركا به سبحانه، وقال -عز وجل-: ﴿وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا﴾[الجن: 6] وقال سبحانه: ﴿وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ﴾[المؤمنون: 117] فسمى الداعين لغيره كافرين، وهذا يعم جميع المدعوين من دون الله من أموات أو أصنام أو جن أو ملائكة، ولا يستثنى من ذلك إلا الحي الحاضر القادر لقول الله سبحانه في قصة موسى: ﴿فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ﴾[القصص: 15] ومن هذا الشرك قول بعض الناس: يا جن خذوه يا سبعة خذوه، أو يا جن الظهيرة خذوه، أو يا جن الشعب الفلاني أو يا جن بلد فلان، فهذا كله شرك أكبر ودعوة لغير الله من الغائبين، فإذا قال يا ملائكة الله أيقظوني أو احفظوني فهذا شرك أكبر، أو يا جن البيت احفظوني أو أيقظوني فهذا شرك أكبر نعوذ بالله من ذلك

والواجب على المسلم أن يحذر ذلك وأن يستغيث بالله وحده ويسأله وحده ففيه الكفاية سبحانه، وهو القادر على كل شيء وهو القائل -عز وجل-: ﴿ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ﴾[غافر: 60] والقائل سبحانه: ﴿وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ﴾[البقرة: 186] ويقول النبي-صلى الله عليه وسلم-: «إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله

نسأل الله أن يوفقنا وجميع المسلمين للفقه في دينه والسلامة من أسباب غضبه إنه سميع قريب

المصدر: مجموع فتاوى الشيخ ابن باز(7/180-182)

Penerjemah: Abu Dzayyal Muhammad Wafi