Kunci Sukses Dakwah Salafiyah: Menebar Kebenaran Lewat Ilmu, Penjelasan, dan Akhlak Mulia

Pertanyaan:
Bagaimanakah cara berdakwah mengajak orang awam kepada Salafiyah—yaitu manhaj Salafus Shalih—terutama ketika mereka terikat dengan sebagian dai-dai keburukan dan kesesatan?
Jawaban Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkhaliy -semoga Allah merahmati beliau-:
Allah telah menetapkan bagi kita sebuah manhaj (metodologi) untuk berdakwah kepada-Nya. Allah berfirman kepada Nabi-Nya:
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
(Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk) [Q.S An-Nahl: 125]
Berdakwah kepada Allah dilakukan dengan al-hikmah (hikmah). Dan hikmah itu adalah ilmu, penjelasan, serta hujah (bukti/alasan yang kuat). Engkau mendakwahi mereka dengan ilmu, akhlak yang baik, kelemahlembutan, serta sikap santun—baik kepada orang awam maupun selain orang awam.
Akan tetapi, orang awam biasanya lebih mudah menerima, dan terkadang ia langsung menerima kebenaran darimu tanpa perlu perdebatan. Namun, jika ia membutuhkan perdebatan—misalnya karena ia memiliki sedikit ketahanan atau keterikatan tertentu terhadap kebatilan—maka berdebatlah dengannya dengan cara yang sebaik-baiknya:
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)
(Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada musuh seolah-olah telah menjadi teman yang setia. (34) Dan sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar (35)) [Q.S Fushshilat: 34-35]
Maka, hikmah yang agung ini tidaklah diberikan melainkan kepada orang-orang yang memiliki keuntungan (bagian) yang besar.
Sumber: Situs Resmi Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali
Naskah dalam Bahasa Arab
كيف تكون دعوة عوام الناس إلى السلفية؛ منهج السلف الصالح، خاصة وقد تعلقوا ببعض دعاة السوء والشر؟
الله وضع لنا منهجاً للدعوة إلى إليه، الله قال لنبيه: ((ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ)) [النحل:125] الدعوة إلى الله بالحكمة، والحكمة هي العلم والبيان والحجة فتدعو بالعلم وبالأخلاق الطيبة وبالرفق واللين، العامي وغير العامي، لكن العامي أكثر تقبلاً، وقد يقبل منك الحق بدون مجادلة، فإن احتاج إلى مجادلة، كان عنده شيء من المناعة، شيء من التعلق بالباطل فجادله بالتي هي أحسن: ((وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35))) [فصلت:34-35]، فما يعطى هذه الحكمة إلا ذو حظ عظيم
https://rabee.net/alfatawi/كيف-تكون-دعوة-عوام-الناس-إلى-السلفية؛-م/

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.