Jum, 26 Jumadil awal 1448 H (6 Nov 2026 M)
Beranda » Latest » Artikel » ulama » Gelar “Rabbani Umat Ini”: Pesan di Balik Wafatnya Sahabat Cerdas Abdullah bin Abbas

Gelar “Rabbani Umat Ini”: Pesan di Balik Wafatnya Sahabat Cerdas Abdullah bin Abbas

0
book-7567437_1280

Syaikh Muhammad bin Ali bin Adam al-Ityubiy rahimahullah menyatakan :

​[Faedah]: Diriwayatkan dari Ghundar bahwa Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma tidak mendengar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melainkan hanya sembilan hadits.

​Dari Yahya al-Qaththan: sepuluh hadits. Dan Al-Ghazali berkata dalam kitabnya “Al-Mustashfa”: empat hadits.

​Pendapat-pendapat ini perlu ditinjau kembali (fihi nadzhor), karena di dalam Ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), dari Ibnu Abbas terdapat hadits-hadits yang menegaskan bahwa ia mendengarnya langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumlah lebih dari sepuluh.

​Di dalam keduanya (Shahihain) juga terdapat hadits-hadits tentang peristiwa yang disaksikannya dari perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan jumlah yang kurang lebih sama.

​Serta di dalam keduanya terdapat hadits-hadits yang memiliki hukum sharih (tegas/jelas dari Nabi) dengan jumlah yang kurang lebih sama pula, belum lagi hadits-hadits di luar Ash-Shahihain.

​Riwayat tentang Usia Ibnu Abbas saat Wafatnya Nabi shallallaahu alaihi wasallam

​Diriwayatkan dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, dan saat itu usiaku tigabelas tahun.”

​Dari jalur lain, ia berkata: “Dan aku sudah dikhitan (khatin).”

​Dari jalur lain, ia berkata: “Usia sepuluh tahun.”

​Dari jalur lain, ia berkata: “Usia lima belas tahun,” dan pendapat inilah yang dinilai benar oleh Imam Ahmad bin Hanbal.

​Ibnu ‘Abdil Barr mensahihkan pendapat para ahli sejarah (ahl as-siyar) bahwa usia beliau saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat adalah 13 tahun.

Wafatnya Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma

​Abu Nu’aim beserta ulama lainnya menyebutkan: Beliau wafat pada tahun 68 Hijriah.

​Jenazahnya dishalatkan oleh Muhammad bin al-Hanafiyah, yang kemudian berkata: “Hari ini telah wafat ulama rabbani dari umat ini.”

​Beliau wafat di kota Thaif.

​Pendapat lain mengatakan: Beliau wafat pada tahun 69 Hijriah. ​Ada pula yang mengatakan: Pada tahun 70 Hijriah.

Sumber: al-Masyariqul Anwaar al-Wahhaajah Wa Matholi’ul Asraar al-Bahhaajah Syarh Sunan Ibn Majah 1/383

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman