Sikap Para Sahabat Nabi Tetap Shalat di Belakang Pemimpin yang Fasik

Ibnu Abil Izzi al-Hanafiy rahimahullah menyatakan:
Maka sesungguhnya para Sahabat—radhiyallahu ‘anhum—dulu biasa melaksanakan salat Jumat dan salat berjamaah di belakang para imam (pemimpin) yang gemar berbuat fasik, dan mereka tidak mengulanginya.
Sebagaimana Abdullah bin Umar pernah shalat di belakang Hajjaj bin Yusuf, begitu pula Anas radhiyallahu ‘anhu (seperti yang telah lalu), dan demikian pula Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu serta yang lainnya, mereka shalat di belakang Al-Walid bin Uqbah bin Abi Mu’aith—padahal ia biasa meminum khamar (minuman keras)—sampai-sampai ia pernah mengimami mereka shalat Subuh sebanyak empat rakaat, kemudian ia berkata: ‘Apakah akan aku tambahkan untuk kalian?!’ Maka Ibnu Mas’ud berkata kepadanya: ‘Kami senantiasa bersamamu sejak hari ini berada dalam tambahan (rakaat)!!’
Dan di dalam kitab ash-Shahih, disebutkan bahwa ketika Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu dikepung, ada seseorang yang mengimami manusia (shalat). Lalu seorang penanya bertanya kepada Utsman: ‘Sesungguhnya engkau adalah imam bagi seluruh umat, sedangkan orang yang salat mengimami manusia ini adalah imam dalam masa fitnah (kekacauan)?’ Maka Utsman berkata: ‘Wahai anak saudaraku, sesungguhnya shalat adalah sebaik-baik amal yang dikerjakan oleh manusia. Jika mereka berbuat baik, maka berbuat baiklah bersama mereka, dan jika mereka berbuat buruk, maka jauhilah keburukan mereka.’” (Syarh al-Aqidah atThohawiyyah 1/366)
Naskah dalam Bahasa Arab
قال ابن أبي العز الحنفي رحمه الله تعالى في شرح العقيدة الطحاوية
فَإِنَّ الصَّحَابَة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ كَانُوا يُصَلُّونَ الْجُمُعَة وَالْجَمَاعَة خَلْفَ الْأَئِمَّة الْفُجَّارِ وَلَا يُعِيدُونَ، كَمَا كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يُصَلِّي خَلْفَ الْحَجَّاجِ بْنِ يُوسُفَ، وَكَذَلِكَ أَنَسٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، كَمَا تَقَدَّمَ، وَكَذَلِكَ عَبْدُ الله بْنُ مَسْعُودٍ رضي الله عنه وَغَيْرُهُ يُصَلُّونَ خَلْفَ الْوَلِيدِ بْنِ عُقْبَة بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ، وَكَانَ يَشْرَبُ الْخَمْرَ، حَتَّى إِنَّهُ صَلَّى بِهِمُ الصُّبْحَ مَرَّة أَرْبَعًا، ثُمَّ قَالَ: أَزِيدُكُمْ؟ ! فَقَالَ لَهُ ابْنُ مَسْعُودٍ: مَا زِلْنَا مَعَكَ مُنْذُ الْيَوْمِ فِي زِيَادَة! ! وَفِي الصَّحِيحِ: أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَمَّا حُصِرَ صَلَّى بِالنَّاسِ شَخْصٌ، فَسَأَلَ سَائِلٌ عُثْمَانَ: إِنَّكَ إِمَامُ عَامَّة، وَهَذَا الَّذِي صَلَّى بِالنَّاسِ إِمَامُ فِتْنَة؟ فَقَالَ: (يَا ابْنَ أَخِي، إِنَّ الصَّلَاةَ مِنْ أَحْسَنِ مَا يَعْمَلُ النَّاسُ، فَإِذَا أَحْسَنُوا فَأَحْسِنْ مَعَهُمْ، وَإِذَا أَسَاءُوا فَاجْتَنِبْ إِسَاءَتَهُمْ)
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.