Sel, 23 Jumadil awal 1448 H (3 Nov 2026 M)
Beranda » Latest » Artikel » Ibadah » Dzikir Setelah Shalat Penghapus Dosa Meski Sebanyak Buih di Lautan

Dzikir Setelah Shalat Penghapus Dosa Meski Sebanyak Buih di Lautan

0
lake-6641880_1280

Hadits

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ سَبَّحَ اللهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَحَمِدَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَكَبَّرَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شيء قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa bertasbih kepada Allah seusai setiap shalat sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepada Allah tiga puluh tiga kali, maka jumlahnya sembilan puluh sembilan. Dan untuk menyempurnakannya menjadi seratus, ia membaca: LAA ILAAHA ILLALAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR (Tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (H.R Muslim, Kitab al-Masaajid wa Mawaadhi’ ash-Sholaah)

Penjelasan Ulama

Syaikh Zaid bin Hadi Al-Madkhali rahimahullah berkata:

“Dzikir muqayyad (terikat waktu/seusai shalat) ini mendatangkan keutamaan berupa pengampunan dosa, meskipun dosa-dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Ini adalah karunia yang sangat besar dari Allah yang hendaknya diupayakan dan dijaga oleh seorang mukmin. Janganlah seseorang tergesa-gesa lalu beranjak pergi sebelum membaca dzikir ini, sehingga ia terhalang dari kebaikan yang sangat besar.

Sayangnya, sebagian orang begitu tergesa-gesa hingga meninggalkan shalat sunnah rawatib dan hanya mencukupkan diri dengan shalat fardhu saja tanpa mengikutinya dengan shalat sunnah rawatib, tidak pula mengikutinya dengan dzikir muqayyad.

Pada diri orang yang keadaannya seperti ini terdapat kerugian—meskipun amalan-amalan tersebut hukumnya tidak wajib—karena ia terhalang dari keutamaan yang sangat besar, yang seandainya ia mengerjakannya niscaya ia akan meraih keuntungan yang luar biasa.”

(At-Tibyaan Al-Muyassar li Aḥaadiits Al-Muḥarrar, 1/336)

Naskah dalam Bahasa Arab

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((مَنْ سَبَّحَ اللهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَحَمِدَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ وَكَبَّرَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شيء قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ)) رواه مسلم (٥٩٧) (١٤٦) كتاب المساجد ومواضع الصلاة – باب استحباب الذكر بعد الصلاة وبيان صفته

قال العلامة زيد بن هادي المدخلي : ويترتب على هذا الذكر المقيَّد مغفرة الذنوب، وإن كانت كزبد البحر وهذا فضل من الله عظيم ينبغي أن يحرص عليه المؤمن، فلا يستعجل فينصرف قبل أن يأتي بهذا الذكر فيحرم هذا الخير الكبير، ومع الأسف أن بعض الناس يستعجل حتى يترك السنة الراتبة ويقتصر على الفريضة مجردة فلا يتبعها بسنة راتبة، ولا يتبعها بذكر مقيَّد، وفي هذا حرمان للإنسان الذي هذا حاله وإن كانت ليست واجبة، إلا أنه يُحرم من فضل كبير، لو فعله لربح ربحا عظيمًا

” التبيان الميسر لأحاديث المحرر” ( 1/ 336)

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman