Beranda » Latest » Artikel » Fiqh » Apakah Kotoran Hewan Membatalkan Kesucian Pakaian? Ini Penjelasan Syaikh Bin Baz

Apakah Kotoran Hewan Membatalkan Kesucian Pakaian? Ini Penjelasan Syaikh Bin Baz

0
saddle-419745_1280

Pertanyaan:

​Penanya menanyakan kepada Anda mengenai kotoran hewan pada pakaian dan mengenai ad-diman (kotoran hewan/pupuk kandang) —sebagaimana diistilahkan— apakah hal tersebut mempengaruhi kesucian pakaian atau tidak?

​Jawaban Syaikh Ibn Baz rahimahullah:

​Jika kotoran tersebut berasal dari hewan-hewan yang halal dimakan dagingnya, seperti unta, sapi, dan kambing, maka tidak berbahaya (tidak bermasalah). Tidak apa-apa meskipun mengenai pakaian dan badan, karena kotoran tersebut suci (tidak najis).

​Adapun jika berasal dari kotoran hewan-hewan yang tidak halal dimakan dagingnya, seperti keledai, bagal (peranakan kuda dan keledai), anjing, dan kucing, maka ini adalah najis. Harus dihilangkan dari pakaian dan pakaian tersebut dibersihkan darinya, begitu pula dengan badan. Ya.

Transkrip dalam Bahasa Arab

السؤال: يسأل سماحتكم عن وسخ البهائم أجلكم الله وأجل السامعين على الملابس وعن الدمن -كما يعبر- وهل يؤثر ذلك على طهارة الملابس أو لا؟

أجاب عنه الشيخ ابن باز رحمه الله تعالى: إذا كان البعر من الحيوانات المأكولة: كالإبل والبقر والغنم لا يضر، لا حرج، ولو أصاب الثياب والبدن؛ لأنه طاهر

أما إذا كان من أرواث الحيوانات التي لا تؤكل: كالحمار والبغل والكلب والقط هذه نجسة، لا بد يزيلها من الثياب، ويطهر الثياب منها، والبدن كذلك، نعم

Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/17970/حكم-بول-وروث-ما-يوكل-لحمه