Bukti Cinta pada Diri Sendiri yang Sesungguhnya: Mengejar Ilmu yang Berkah

Syaikh Sholih Aalusy Syaikh menyatakan:
Termasuk kewajiban terbesar bagi seorang mukmin adalah bersemangat/berusaha keras atas keselamatan dirinya sendiri. Karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat memberi manfaat—bahkan para nabi pada hari kiamat kelak semuanya berkata: ‘Diriku.. diriku!’
Maka seorang hamba wajib bersemangat untuk memberi manfaat bagi dirinya sendiri, karena tidak ada yang bisa membantunya; baik orang besar, orang kecil, ayah, maupun ibu.
Dia harus bersemangat mengejar kebaikan, dan tanda terbesar dari semangat terhadap kebaikan adalah ilmu, karena ilmu adalah cahaya Allah.
Pemilik cahaya itu adalah para penuntut/pemilik ilmu yang teguh di atasnya, mempelajarinya, mengajarkannya, serta bersungguh-sungguh terhadapnya. Dan ilmu itulah keberkahan yang abadi.”
Sumber:
Saleh bin Abdul Aziz Al ash-Syaikh, “Ihris ‘ala Najati Nafsik” (Peliharalah Keselamatan Dirimu), dipublikasikan oleh Kanal Jami’ Muhammad bin Hamad Al ash-Syaikh, 26 Maret 2025
Transkrip dalam Bahasa Arab
قال الشيخ صالح بن عبد العزيز آل الشيخ :
مِنْ أَعْظَمِ الْوَاجِبَاتِ عَلَى الْمُؤْمِنِ أَنْ يَحْرِصَ عَلَى نَجَاةِ نَفْسِهِ، فَإِنَّهُ لَا أَحَدَ يَنْفَعُ، حَتَّى الْأَنْبِيَاءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كُلٌّ يَقُولُ: نَفْسِي.. نَفْسِي! فَالْعَبْدُ يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يَحْرِصَ أَنْ يَنْفَعَ نَفْسَهُ، فَلَنْ يَنْفَعَهُ أَحَدٌ، لَنْ يَنْفَعَهُ كَبِيرٌ وَلَا صَغِيرٌ، وَلَا وَالِدٌ وَلَا وَالِدَةٌ. هُوَ لَابُدَّ أَنْ يَحْرِصَ عَلَى الْخَيْرِ، وَأَعْظَمُ عَلَامَاتِ الْحِرْصِ عَلَى الْخَيْرِ: الْعِلْمُ؛ لِأَنَّ الْعِلْمَ نُورُ اللَّهِ. أَهْلُ النُّورِ هُمْ أَهْلُ الْعِلْمِ الَّذِينَ ثَبَتُوا عَلَيْهِ، وَعَلِمُوهُ وَعَلَّمُوهُ، وَحَرَصُوا عَلَيْهِ، وَهُوَ الْبَرَكَةُ الدَّائِمَةُ.
صالح بن عبد العزيز آل الشيخ، مقطع مرئي بعنوان: «احرص على نجاة نفسك»، قناة جامع محمد بن حمد آل الشيخ على اليوتيوب، تاريخ النشر: 26 مارس 2025م
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.