Hukum Membangunkan Orang Tidur Saat Khotbah Jumat Menurut Syaikh Bin Baz

Pertanyaan:
Sebagian orang tidur saat khotbah Jumat berlangsung, apakah jika kita membangunkan mereka, kita termasuk orang yang berbuat lagha (perbuatan sia-sia) sehingga tidak mendapatkan pahala keutamaan Jumat?
Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah:
Disunnahkan (dianjurkan) untuk membangunkan mereka dengan perbuatan (seperti sentuhan atau isyarat), bukan dengan ucapan/perkataan.
Sebab, berbicara pada saat khotbah berlangsung tidak diperbolehkan; berdasarkan sabda Nabi ﷺ: “Jika kamu berkata kepada temanmu pada hari Jumat ‘Diamlah!’ padahal imam sedang berkhotbah, maka sungguh kamu telah berbuat sia-sia (lagha).” (Muttafaq ‘alaih/disepakati keshahihannya oleh Bukhari dan Muslim).
Nabi ﷺ menyebutnya orang yang berbuat sia-sia padahal ia sedang memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf). Hal ini menunjukkan wajibnya mendengarkan dengan tenang dan haramnya berbicara saat khotbah berlangsung. Wallahul muwaffiq (Hanya Allah yang memberi petunjuk/taufik).
(Termasuk dalam pertanyaan yang diajukan kepada Samahatush-Syaikh dari surat kabar Al-Muslimun, dan beliau telah menjawabnya pada tanggal 20/5/1419 H. Majmu’ Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibn Baz 30/252).
Transkrip dalam Bahasa Arab
السؤال: بعض الناس ينامون أثناء خطبة الجمعة، فهل لو أيقظناهم نكون ممن لغى فلا جمعة له؟
الجواب: يستحب إيقاظهم بالفعل لا بالكلام، لأن الكلام في وقت الخطبة لا يجوز؛ لقول النبي ﷺ: إذا قلت لصاحبك أنصت يوم الجمعة والإمام يخطب فقد لغوت متفق على صحته، وسماه النبي ﷺ لاغيًا مع أنه آمر بالمعروف، فدل ذلك على وجوب الإنصات وتحريم الكلام حال الخطبة، والله الموفق
من ضمن الأسئلة الموجهة لسماحته من جريدة المسلمون، وقد أجاب عنه سماحته بتاريخ 20/5/1419 هـ. (مجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز 30/252)
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.