Beranda » Latest » Artikel » Hadits » Seorang Muslim Tidak Meminta-minta dan Tidak Juga Menolak Pemberian yang Tulus

Seorang Muslim Tidak Meminta-minta dan Tidak Juga Menolak Pemberian yang Tulus

0
gift-1420830_640

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْطِي عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ الْعَطَاءَ، فَيَقُولُ لَهُ عُمَرُ: أَعْطِهِ، يَا رَسُولَ اللهِ، أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خُذْهُ فَتَمَوَّلْهُ أَوْ تَصَدَّقْ بِهِ، وَمَا جَاءَكَ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلَا سَائِلٍ فَخُذْهُ، وَمَا لَا، فَلَا تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ» قَالَ سَالِمٌ: فَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَانَ ابْنُ عُمَرَ لَا يَسْأَلُ أَحَدًا شَيْئًا وَلَا يَرُدُّ شَيْئًا أُعْطِيَهُ

Dari Salim bin Abdillah dari ayahnya (Ibnu Umar) bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pernah memberikan suatu pemberian kepada Umar bin al-Khoththob radhiyallahu anhu, kemudian Umar berkata: Wahai Rasulullah, berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkan dibandingkan saya. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Ambillah. Silakan engkau kembangkan harta ini atau engkau sedekahkan. Jika datang dari harta ini kepadamu, dalam keadaan engkau tidak sangat mengharapkannya dan tidak pula memintanya, ambillah. Kalau tidak demikian, janganlah engkau perturutkan jiwamu (untuk mengejarnya). Salim berkata: Karena itulah Ibnu Umar tidak pernah meminta-minta dan tidak pula menolak pemberian (H.R al-Bukhari dan Muslim, lafadz sesuai riwayat Muslim)

Penjelasan

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan dalam Syarh Riyadhis Shalihin:

“Maka tidak sepantasnya bagi seseorang untuk menggantungkan dirinya pada harta dan tidak perlu terlalu berambisi kepadanya. Jika harta itu datang kepadanya tanpa rasa payah, tanpa meminta-minta, dan tanpa rasa tamak (ambisius) dari jiwanya, maka terimalah. Jika tidak demikian, maka jangan.

Kemudian beliau (an-Nawawiy) menyebutkan hadits Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memberinya suatu pemberian, lalu Umar berkata: ‘Berikanlah kepada orang yang lebih fakir dariku.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya (yang artinya): ‘Ambillah! Jika datang kepadamu sesuatu dari harta ini, sedangkan engkau tidak mengharap-harapkannya (tamak) dan tidak pula meminta-minta, maka ambillah. Jadikanlah ia hartamu; jika mau engkau bisa memakannya (memanfaatkannya), dan jika mau engkau bisa menyedekahkannya. Adapun yang tidak datang kepadamu, maka janganlah engkau memperturutkan nafsumu (untuk mengejarnya).’

Oleh karena itu, Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma tidak pernah meminta sesuatu pun kepada siapa pun. Namun, jika datang kepadanya sesuatu tanpa ia minta, ia menerimanya. Ini adalah puncak dari adab, yaitu engkau tidak menghinakan dirimu dengan meminta-minta, tidak pula tamak terhadap harta dan menggantungkan hatimu padanya.

Jika seseorang memberimu sesuatu, maka terimalah. Karena menolak pemberian atau hadiah terkadang dapat membuat orang yang memberi menjadi benci kepadamu, lalu ia berkata: ‘Orang ini sombong, orang ini angkuh,’ atau kalimat semacamnya.

Maka yang seharusnya adalah: barang siapa yang memberimu, maka terimalah darinya namun janganlah meminta. Kecuali jika seseorang merasa khawatir bahwa orang yang memberinya tersebut akan mengungkit-ungkit pemberian (al-mann) kepadanya di masa depan dengan berkata: ‘Aku pernah memberimu, aku pernah melakukan ini dan itu untukmu,’ dan yang semisalnya. Dalam kondisi ini, ia boleh menolaknya; karena jika ia khawatir si pemberi akan ‘menyembelih lehernya’ dengan mengungkit-ungkit budi di masa depan, maka hendaknya ia menjaga dirinya dari hal tersebut.”


Sumber: Syarh Riyadhis Sholihin libni Utsaimin 3/ 396-397

Naskah dalam Bahasa Arab

قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى في شرح رياض الصالحين

فلا ينبغي للإنسان أن يعلق نفسه بالمال ولا يهتم به. إن جاءه من غير تعب ولا سؤال ولا استشراف نفس فيقبله، وإلا فلا

ثم ذكر حديث عمر بن الخطاب رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعطيه العطاء فيقول: أعطه من هو أفقر مني فيقول له الرسول عليه الصلاة والسلام: ((خذه؛ إذا جاءك من هذا المال شيء وأنت غير مشرف ولا سائل فخذه، فتموله فإن شئت كله، وإن شئت تصدق به، وما لا فلا تتبعه نفسك))

فكان ابن عمر رضي الله عنهما لا يسأل أحداً شيئاً، وإذا جاءه شيء من غير سؤال قبله، وهذا غاية ما يكون من الأدب، إلا تذل نفسك بالسؤال، ولا تستشرف للمال وتعلق قلبك به. وإذا أعطاك أحد شيئاً فاقبله؛ لأن رد العطية والهدية قد يحمل من أعطاك على كراهيتك فيقول: هذا الرجل استكبر، هذا الرجل عنده غطرسة، وما أشبه ذلك

فالذي ينبغي أن من يعطيك تقبل منه ولكن لا تسأل، إلا إذا كان الإنسان يخشى ممن أعطاه أن يمنَّ به عليه في المستقبل فيقول: أنا أعطيتك، أنا فعلت معك كذا وكذا وما أشبه ذلك، فهنا يرده؛ لأنه إذا خشي أن يقطع المعطي رقبته بالمنة عليه في المستقبل؛ فليحمِ نفسه من هذا