Menjaga Hati di Lingkaran Teman: Navigasi Antara Hakikat dan Syahwat

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah menyatakan:
“Berkumpul dengan teman-teman (saudara seiman) itu ada dua macam:
Pertama: Berkumpul atas dasar kesenangan tabiat (sekadar bersenang-senang) dan untuk mengisi waktu.
Berkumpul jenis ini bahayanya lebih besar daripada manfaatnya. Dampak minimalnya adalah dapat merusak hati dan Menyia-nyiakan waktu.
Kedua: Berkumpul dengan mereka untuk saling bertolong-menolong dalam menempuh sebab-sebab keselamatan, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Berkumpul jenis ini termasuk keuntungan yang paling besar dan paling bermanfaat. Namun, di dalamnya terdapat tiga penyakit (efek samping):
- Saling berhias (pencitraan/pamer): Sebagian mereka berhias diri (menunjukkan sisi baik saja) di hadapan sebagian yang lain.
Berbicara dan berbaur melebihi kadar kebutuhan.
Menjadikan perkumpulan tersebut sebagai syahwat (keinginan nafsu) dan kebiasaan, sehingga justru memutus atau memalingkan mereka dari tujuan yang sebenarnya.
Kesimpulannya:
Berkumpul dan berbaur itu ibarat proses penyerbukan (pembuahan); adakalanya bagi nafs ammarah (jiwa yang menyuruh kepada keburukan), dan adakalanya bagi hati serta nafs muthma’innah (jiwa yang tenang). Hasil yang dipetik bergantung pada proses penyerbukannya:
Barang siapa yang baik proses penyerbukannya, maka akan baik pula buahnya.
Demikian pula dengan jiwa-jiwa yang baik, proses penyerbukannya berasal dari malaikat. Sedangkan jiwa-jiwa yang buruk, proses penyerbukannya berasal dari setan. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmah-Nya telah menjadikan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (hal-hal yang baik untuk orang-orang yang baik), begitu pula sebaliknya.”
Sumber: al-Fawaaid karya Ibnul Qoyyim halaman 71
Naskah dalam Bahasa Arab
قال ابن قيم الجوزية رحمه الله تعالى في الفوائد
الاجتماعُ بالإخوانِ قسمانِ
أحدُهُما: اجتماعٌ على مؤانسةِ الطبع وشُغْل الوقتِ؛ فهذا مَضَرَّتُهُ أرجحُ من منفعتِهِ، وأقلُّ ما فيه أنَّه يُفْسِدُ القلبَ ويُضيِّعُ الوقتَ
الثاني: الاجتماعُ بهم على التعاونِ على أسباب النَّجاةِ والتَّواصي بالحقِّ والصبر؛ فهذا من أعظم الغنيمةِ وأنفعها، ولكنَّ فيه ثلاث آفاتٍ: إحداها: تزيُّنُ بعضهم لبعضٍ. الثانيةُ: الكلامُ والخِلْطة أكثر من الحاجةِ. الثالثةُ: أن يصيرَ ذلك شهوةً وعادةً ينقطعُ بها عن المقصود
وبالجملةِ فالاجتماعُ والخِلْطَةُ لِقاحٌ: إما للنفس الأمَّارةِ، وإما للقلبِ والنفس المطمئنَّةِ، والنتيجةُ مستفادةٌ من اللِّقاحِ؛ فمن طابَ لِقاحُهُ طابتْ ثمرتُهُ. وهكذا الأرواح الطيبةُ لِقاحُها من المَلكِ، والخبيثةُ لِقاحُها من الشيطان، وقد جعلَ الله سبحانه بحكمتِهِ الطَّيِّباتِ للطَّيِّبين والطَّيِّبينَ للطَّيِّباتِ، وعَكْسَ ذلك
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.