Beranda » Latest » Artikel » Hadits » Mengapa Lailatul Qodr Dirahasiakan? Berikut Hikmahnya

Mengapa Lailatul Qodr Dirahasiakan? Berikut Hikmahnya

0
moon-1859616_640

Dari sahabat Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, beliau menyampaikan:

خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُخْبِرَنَا بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ، فَتَلَاحَى رَجُلَانِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، فَقَالَ: خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ، فَتَلَاحَى فُلَانٌ وَفُلَانٌ، فَرُفِعَتْ، وَعَسَى أَنْ يَكُونَ خَيْرًا لَكُمْ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar untuk memberitahukan kepada kami tentang Lailatul Qodr. Namun, terjadi pertengkaran antara dua orang Muslim. Maka beliau bersabda: “Aku keluar untuk memberitahukan kalian tentang Lailatul Qodr. Akan tetapi si fulan dan si fulan bertengkar, sehingga pengetahuan tentangnya diangkat. Bisa jadi hal itu justru lebih baik bagi kalian.” (HR. Bukhari No. 2023)

Penjelasan Ulama

Imam Al-Baihaqi rahimahullah menjelaskan:

وَقَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْلَمُهَا فِي الِابْتِدَاءِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ مَأْذُونًا لَهُ فِي الإِخْبَارِ بِهَا، لِئَلَّا يَتَّكِلُوا عَلَى عِلْمِهَا فَيُحْيُوهَا دُونَ سَائِرِ اللَّيَالِي،

“Pada awalnya Rasulullah ﷺ mengetahui kapan tepatnya Lailatul Qodr. Akan tetapi, beliau tidak diizinkan untuk menyampaikannya kepada umatnya. Hal ini agar umat Islam tidak hanya beribadah pada malam tersebut saja, tetapi juga berusaha menghidupkan malam-malam lainnya.

ثُمَّ إِنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُنْسِيَهَا لِئَلَّا لَا يُسْأَلَ عَنْ شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ الدِّينِ فَلَا يُخْبِرَ بِهِ

Kemudian Allah menjadikan Rasulullah ﷺ lupa akan waktu pastinya, agar beliau tidak ditanya tentang sesuatu dari urusan agama yang beliau tidak diizinkan untuk menyampaikannya.” (Fadhailul Awqat karya Al-Baihaqi, hlm. 244)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah juga menjelaskan:

الْحِكْمَةُ فِي إِخْفَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ لِيَحْصُلَ الِاجْتِهَادُ فِي الْتِمَاسِهَا، بِخِلَافِ مَا لَوْ عُيِّنَتْ لَهَا لَيْلَةٌ لَاقْتُصِرَ عَلَيْهَا

“Hikmah dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar adalah agar kaum Muslimin bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Berbeda halnya jika malam tersebut ditentukan secara pasti, niscaya mereka akan mencukupkan ibadah hanya pada malam itu saja.” (Fathul Bari, 4/266, cet. As-Salafiyah)


Penerjemah: Muhammad Kholis Ibrahim