Tilawah AlQuran Secara Lafadz dan Secara Amal

Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ فَمَنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَقُلْ إِنَّمَا أَنَا مِنَ الْمُنْذِرِينَ
“Dan agar aku membacakan (tilawah) Al-Qur’an (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: ‘Sesungguhnya aku tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.'” (QS. An-Naml: 92)
Fawaid (Pelajaran) dari Ayat Tersebut
Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan beberapa pelajaran penting sebagai berikut:
Pelajaran Pertama: Wajibnya membaca Al-Qur’an dalam dua bentuk, yaitu: Tilawah Lafzhiyyah (secara lisan/ucapan) dan Tilawah ‘Amaliyyah (secara pengamalan). Maka wajib bagi seseorang untuk membaca Al-Qur’an baik secara lisan maupun mengamalkan isinya, baik membacanya dengan hafalan maupun dengan melihat mushaf.
Pelajaran Kedua: Keutamaan dan kemuliaan Al-Qur’an, di mana membaca Al-Qur’an merupakan sebuah perkara yang diperintahkan.
Pelajaran Ketiga: Wajibnya menjadikan Al-Qur’an sebagai hukum (pedoman hidup), berdasarkan firman-Nya: “Dan agar aku membacakan Al-Qur’an.”
Pelajaran Keempat: Wajibnya menyampaikan Al-Qur’an bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, berdasarkan firman-Nya: “Dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang-orang yang berserah diri (91) dan agar aku membacakan Al-Qur’an (92).”
(Tafsir Surah anNaml Libni Utsaimin)
Naskah dalam Bahasa Arab
قَالَ اللهُ عز وجل: {وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ فَمَنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَقُلْ إِنَّمَا أَنَا مِنَ الْمُنْذِرِينَ} [النمل: 92]
قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله تعالى في تفسير سورة النمل
من فوائد الآية الكريمة: الْفَائِدَة الأُولَى: وُجُوب تلاوةِ الْقُرْآنِ بِنَوْعَيْهِ، والنوعانِ هما: اللفظيّ والعَمَليّ، فواجبٌ عَلَى المرءِ أنْ يَتْلُوَ الْقُرْآنَ تلاوةً لفظيَّةً وعمليَّة، سواء عن ظهرِ قلبٍ أو نَظَرًا
الْفَائِدَة الثَّانِيَةُ: فَضيلة الْقُرْآن وشَرَفه، حَيْثُ كَانَ مأمورًا بتلاوتهِ
الْفَائِدَة الثَّالِثَةُ: وجوبُ تحكيمِ الْقُرْآن؛ لِقَوْلِهِ: {وَأَنْ أَتْلُوَا الْقُرْآنَ}
الْفَائِدَة الرَّابِعَةُ: وجوبُ تبليغِ الْقُرْآنِ عَلَى النَّبِيِّ عليه الصلاة والسلام؛ لِقَوْلِهِ: {وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ (91) وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ}
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.