Beranda » Latest » Artikel » Aqidah » Bagaimana Amal Kebaikan Kita di Dunia Menemani dan Melindungi Kita di Alam Kubur?

Bagaimana Amal Kebaikan Kita di Dunia Menemani dan Melindungi Kita di Alam Kubur?

0
Bagaimana Amal Kebaikan Kita di Dunia Menemani dan Melindungi Kita di Alam Kubur?

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ

Ada 3 hal yang akan mengikuti mayit. Dua kembali dan hanya satu yang tersisa (menemani). Keluarga, harta, dan amalnya akan mengikuti mayit itu. Keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan yang tersisa (menemani) adalah amalnya (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

إِنَّ الْمَيِّتَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ إِنَّهُ لَيَسْمَعُ خَفْقَ نِعَالِهِمْ حِينَ يُوَلُّونَ عَنْهُ، فَإِنْ كَانَ مُؤْمِنًا، كَانَتِ الصَّلَاةُ عِنْدَ رَأْسِهِ، وَكَانَ الصِّيَامُ عَنْ يَمِينِهِ، وَكَانَتِ الزَّكَاةُ عَنْ شِمَالِهِ، وَكَانَ فِعْلُ الْخَيْرَاتِ مِنَ الصَّدَقَةِ وَالصِّلَةِ وَالْمَعْرُوفِ وَالإِحْسَانِ إِلَى النَّاسِ عِنْدَ رِجْلَيْهِ، فَيُؤْتَى مِنْ قِبَلِ رَأْسِهِ، فَتَقُولُ الصَّلَاةُ: مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ، ثُمَّ يُؤْتَى عَنْ يَمِينِهِ، فَيَقُولُ الصِّيَامُ: مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ، ثُمَّ يُؤْتَى عَنْ يَسَارِهِ، فَتَقُولُ الزَّكَاةُ: مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ، ثُمَّ يُؤْتَى مِنْ قِبَلِ رِجْلَيْهِ، فَتَقُولُ فِعْلُ الْخَيْرَاتِ مِنَ الصَّدَقَةِ وَالصِّلَةِ وَالْمَعْرُوفِ وَالإِحْسَانِ إِلَى النَّاسِ: مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ

Sesungguhnya mayit ketika diletakkan di kuburnya ia akan mendengar suara sandal mereka (para pentakziyah) ketika beranjak pergi. Jika ia adalah orang yang beriman, amalan shalat akan berada di dekat kepalanya, puasa di sebelah kanannya, zakat di sebelah kirinya, sedangkan perbuatan kebaikan berupa sedekah, menyambung silaturrahmi, dan berbuat baik kepada orang berada di dekat kedua kakinya. Kemudian ia didatangi (untuk disiksa dari bagian kepalanya), shalat berkata: Tidak ada tempat masuk dari arahku. Kemudian ia didatangi dari arah kanannya, puasa berkata: Tidak ada tempat masuk dari arahku. Kemudian ia didatangi dari arah kedua kakinya, perbuatan kebaikan berupa sedekah, menyambung silaturrahmi, dan perbuatan baik yang dilakukan kepada manusia berkata: Tidak ada tempat masuk dari arahku (H.R Ibnu Hibban dihasankan Syaikh al-Albaniy dalam Shahih atTarghib)

Tsabit al-Bunaaniy -salah seorang Ulama dari generasi Tabi’in- rahimahullah menyatakan:

إِذَا وُضِعَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ فِي قَبْرِهِ احْتَوَشَتْهُ أَعْمَالُهُ الصَّالِحَةُ

Apabila seorang hamba yang mukmin telah diletakkan di dalam kuburnya, maka amal-amal shalihnya akan segera mengepung/mengelilinginya (untuk melindunginya)(riwayat Abu Nuaim dalam Hilyatul Awliyaa’)

Oleh: Abu Utsman Kharisman