Kepada Siapa Kita Meminta Tolong? Rincian 5 Jenis Isti’anah dalam Islam

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan dalam Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah:
Perkataan Penulis (Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab):
“Al-Isti’anah (Memohon Pertolongan)”
Al-Isti’anah artinya: Meminta pertolongan. Hal ini terbagi menjadi beberapa jenis:
Pertama: Memohon pertolongan kepada Allah, yaitu: Memohon pertolongan yang mencakup kesempurnaan rasa tunduk dan hina dari seorang hamba kepada Rabbnya, menyerahkan segala urusan kepada-Nya, serta meyakini kecukupan dari-Nya.
Jenis ini tidak boleh ditujukan melainkan hanya kepada Allah Ta’ala. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan (Q.S al-Fatihah ayat 5)
Sisi pengkhususannya adalah karena Allah Ta’ala mendahulukan objek (maf’ul) (yaitu إِيَّاكَ) sedangkan kaidah bahasa Arab yang Al-Qur’an diturunkan dengannya menyatakan bahwa mendahulukan objek yang seharusnya di belakang berfungsi memberikan makna pembatasan dan pengkhususan (al-hashr wal-ikhtishash).
Oleh karena itu, memalingkan jenis ini kepada selain Allah Ta’ala merupakan perbuatan syirik yang mengeluarkan seseorang dari agama (Islam).
Kedua: Memohon pertolongan kepada makhluk dalam perkara yang mampu ia lakukan: Hukum hal ini tergantung pada perkara yang dimintai pertolongan: Jika dalam hal kebaikan, maka hukumnya boleh bagi yang meminta pertolongan dan disyariatkan (dianjurkan) bagi yang membantu; berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan (QS. Al-Ma’idah: 2).
Jika dalam hal dosa, maka hukumnya haram bagi yang meminta pertolongan maupun yang membantu; berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan (Q.S al-Maidah ayat 2)
Jika dalam hal yang mubah (boleh), maka hukumnya boleh bagi yang meminta pertolongan dan yang membantu. Namun, orang yang membantu bisa mendapatkan pahala karena berbuat baik kepada orang lain, sehingga dari sisi tersebut hal itu menjadi disyariatkan baginya; berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik) (QS. Al-Baqarah: 195)
Ketiga: Memohon pertolongan kepada makhluk yang masih hidup dan hadir (di tempat), namun tidak mampu melakukannya: Hal ini merupakan perbuatan sia-sia yang tidak ada gunanya. Contohnya seperti meminta pertolongan kepada orang yang lemah untuk memikul barang yang sangat berat.
Keempat: Memohon pertolongan kepada orang mati secara mutlak, atau kepada orang hidup yang tidak hadir yang tidak mampu mereka tangani secara langsung: Perbuatan ini adalah syirik, karena tidak akan terjadi kecuali dari seseorang yang meyakini bahwa mereka memiliki kemampuan mengatur alam (tasharruf) secara tersembunyi/gaib.
Kelima: Memohon pertolongan dengan amal-amal dan keadaan yang dicintai oleh Allah Ta’ala: Hal ini disyariatkan berdasarkan perintah Allah Ta’ala dalam firman-Nya:
اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاة
Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat) (QS. Al-Baqarah: 153).
Penulis (Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab) rahimahullah telah membawakan dalil untuk jenis yang pertama dengan firman Allah Ta’ala:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين
Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan (QS. Al-Fatihah: 5).
Serta sabda Nabi ﷺ:
إِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
“Apabila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.” (H.R Ahmad dan atTirmidzi dari Ibnu Abbas, pen).
Naskah dalam Bahasa Arab
قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله تعالى في شَرْح الأَصُولِ الثَّلَاثَةِ
قَوْلُهُ: «الاسْتِعَانَةُ»: الاسْتِعَانَةُ: طَلَبُ العَوْنِ وَهِيَ أَنْوَاعٌ
الأَوَّلُ: الاسْتِعَانَةُ بِاللَّهِ وَهِيَ: الاسْتِعَانَةُ المَتَضَمِّنَةُ لِكَمَالِ الذُّلِّ مِنَ العَبْدِ لِرَبِّهِ، وَتَفْوِيضِ الأَمْرِ إِلَيْهِ، وَاعْتِقَادِ كِفَايَتِهِ، وَهَذِهِ لَا تَكُونُ إِلَّا لِلَّهِ تَعَالَى وَدَلِيلُهَا قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ﴾، وَوَجْهُ الاخْتِصَاصِ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدَّمَ المَفْعُولَ ﴿إِيَّاكَ﴾؛ وَقَاعِدَةُ اللُّغَةِ العَرَبِيَّةِ الَّتِي نَزَلَ بِهَا القُرْآنُ أَنَّ تَقْدِيمَ مَا حَقُّهُ التَّأْخِيرُ يُفِيدُ الحَصْرَ وَالاخْتِصَاصَ وَعَلَى هَذَا يَكُونُ صَرْفُ هَذَا النَّوْعِ لِغَيْرِ اللَّهِ تَعَالَى شِرْكًا مُخْرِجًا عَنِ المِلَّةِ
الثَّانِي: الاسْتِعَانَةُ بِالمَخْلُوقِ عَلَى أَمْرٍ قَادِرٍ عَلَيْهِ: فَهَذِهِ عَلَى حَسَبِ المُسْتَعَانِ عَلَيْهِ فَإِنْ كَانَتْ عَلَى بِرٍّ فَهِيَ جَائِزَةٌ لِلْمُسْتَعِينِ مَشْرُوعَةٌ لِلْمُعِينِ؛ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: ﴿وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى﴾ [المائدة: ٢]. وَإِنْ كَانَتْ عَلَى إِثْمٍ فَهِيَ حَرَامٌ عَلَى المُسْتَعِينِ وَالمُعِينِ؛ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
وَإِنْ كَانَتْ عَلَى مُبَاحٍ فَهِيَ جَائِزَةٌ لِلْمُسْتَعِينِ وَالمُعِينِ لَكِنِ المُعِينُ قَدْ يُثَابُ عَلَى ذَلِكَ ثَوَابَ الإِحْسَانِ إِلَى الغَيْرِ، وَمِنْ ثَمَّ تَكُونُ فِي حَقِّهِ مَشْرُوعَةً؛ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: ﴿وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ﴾ [البقرة: ١٩٥]
الثَّالِثُ: الاسْتِعَانَةُ بِمَخْلُوقٍ حَيٍّ حَاضِرٍ غَيْرِ قَادِرٍ: فَهَذِهِ لَغْوٌ لَا طَائِلَ تَحْتَهَا مِثْلُ أَنْ يَسْتَعِينَ بِشَخْصٍ ضَعِيفٍ عَلَى حَمْلِ شَيْءٍ ثَقِيلٍ
الرَّابِعُ: الاسْتِعَانَةُ بِالأَمْوَاتِ مُطْلَقًا أَوْ بِالأَحْيَاءِ عَلَى أَمْرٍ غَائِبٍ لَا يَقْدِرُونَ عَلَى مُبَاشَرَتِهِ: فَهَذَا شِرْكٌ؛ لِأَنَّهُ لَا يَقَعُ إِلَّا مِنْ شَخْصٍ يَعْتَقِدُ أَنَّ لِهَؤُلَاءِ تَصَرُّفًا خَفِيًّا فِي الكَوْنِ
الخَامِسُ: الاسْتِعَانَةُ بِالأَعْمَالِ وَالأَحْوَالِ المَحْبُوبَةِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى: وَهَذِهِ مَشْرُوعَةٌ بِأَمْرِ اللَّهِ تَعَالَى فِي قَوْلِهِ: ﴿اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ﴾ [البقرة: ١٥٣]
وَقَدِ اسْتَدَلَّ المُؤَلِّفُ -رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى- لِلنَّوْعِ الأَوَّلِ بِقَوْلِهِ تَعَالَى: ﴿إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ﴾ [الفاتحة: ٥]، وَقَوْلِهِ ﷺ: إِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.