Memperingatkan Bahaya Orang Fasik: Antara Menyelamatkan Umat dan Jebakan Ghibah

Pertanyaan Keenam dari Fatwa Nomor (9895)
Apakah memperingatkan orang-orang dari seseorang yang tampak jelas kefasikannya dan dikenal dengan kefasikannya itu, dianggap sebagai ghibah (menggunjing) yang akan dimintai pertanggungjawaban bagi manusia kelak di hari kiamat?
Jawaban al-Lajnah ad-Daimah:
Jika kenyataannya memang seperti yang disebutkan, dan penyebutan (keburukan) dirinya tersebut bertujuan untuk memperingatkan orang-orang dari kejahatannya agar orang yang belum mengenalnya tidak terpedaya, maka hukumnya boleh. Namun, jika hal tersebut dilakukan hanya untuk memuaskan hawa nafsu, sekadar hiburan (bahan obrolan), dan sejenisnya, maka hukumnya tidak boleh.
Wabillahit taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil Ketua: Abdur Razzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Naskah Fatwa dalam Bahasa Arab
السؤال السادس من الفتوى رقم (٩٨٩٥)
هل تحذير الناس من رجل ظاهر الفسق ومعروف بفسقه، يعتبر غيبة يسأل عنها الإنسان يوم القيامة؟
ج٦: إذا كان الواقع كما ذكر، وكان ذكره بما فيه لتحذير الناس من شره حتى لا يغتر به من لم يعرفه جاز، وإن كان ذلك للتشهي والتسلية ونحوهما لم يجز
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو … نائب الرئيس … الرئيس
عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.