Beranda » Latest » Artikel » Manhaj » Dosa Bid’ah dan Berkurangnya Kesempurnaan Islam: Bahaya yang Sering Terabaikan

Dosa Bid’ah dan Berkurangnya Kesempurnaan Islam: Bahaya yang Sering Terabaikan

0
wildfire-4755030_1280

Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmiy -semoga Allah merahmatinya- menyatakan:

Para pelaku bid’ah selalu bermaksud untuk mendekatkan diri kepada Allah, akan tetapi mereka tidak mengetahui jalan yang seharusnya digunakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Mereka juga tidak memiliki ilmu yang dapat mencegah mereka dari terjerumus ke dalam bid’ah.

​Jika orang yang menginginkan kebaikan ini dimudahkan oleh Allah dengan bertemu orang yang mau mendakwahinya dan menjelaskan (kebenaran) kepadanya, serta Allah memalingkannya dari keburukan para pelaku bid’ah yang memperingatkannya agar tidak menaati para penasihat—maka jika ia bertobat, niscaya Allah akan menerima tobatnya.

​Namun, jika ia tetap bertahan di atas bid’ahnya hingga menemui Allah dengannya, maka hal itu menjadi berkurangnya (kesempurnaan) Islamnya, dan urusannya diserahkan kepada Allah: jika Dia menghendaki, Dia akan memaafkannya, dan jika Dia menghendaki, Dia akan mengazabnya.”

Sumber: Irsyaadus Saariy bi Syarhi Syarhis Sunnah lil Barbahariy halaman 63

Catatan Penerjemah

Para Ulama menjelaskan bahwa kebid’ahan ada yang sampai pada taraf kekafiran, seperti kebid’ahan Jahmiyyah, Qodariyyah yang menentang ilmu Allah, Syi’ah Rofidhoh yang mengkafirkan mayoritas Sahabat Nabi dan beranggapan bahwa alQuran yang ada saat ini belum lengkap. Banyak pula kebid’ahan yang belum sampai pada taraf kekafiran. Penjelasan Syaikh Ahmad bin Yahya an-Najmiy tersebut berkaitan dengan bid’ah yang belum sampai pada taraf kekafiran.

Wallaahu A’lam.

Naskah dalam Bahasa Arab

قال الشيخ أحمد بن يحيى النجمي رحمه الله تعالى في شرحه على شرح السنة للبربهاري ص ٦٣:

أَصْحَابُ الْبِدَعِ دَائِمًا هُمْ يَقْصِدُونَ التَّقَرُّبَ إِلَى اللهِ، وَلَكِنَّهُمْ لَمْ يَعْرِفُوا الطَّرِيقَ الَّتِي يَتَقَرَّبُونَ بِهَا إِلَى اللهِ، وَلَيْسَ عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ مَا يَمْنَعُهُمْ مِنَ الدُّخُولِ فِي الْبِدَعِ؛ فَإِنْ كَانَ هَذَا الَّذِي يُرِيدُ الْخَيْرَ يَسَّرَ اللهُ لَهُ مَنْ يَدْعُوهُ وَيُبَيِّنُ لَهُ، وَصَرَفَ عَنْهُ شَرَّ أَصْحَابِ الْبِدَعِ الَّذِينَ يُحَذِّرُونَهُ مِنْ طَاعَةِ النَّاصِحِينَ، فَإِنَّهُ إِنْ تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ، وَإِنْ بَقِيَ عَلَى بِدْعَتِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ بِهَا كَانَ ذَلِكَ نَقْصًا فِي إِسْلَامِهِ، وَأَمْرُهُ إِلَى اللهِ إِنْ شَاءَ عَفَا عَنْهُ، وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman