Jenius di Dunia, Buta tentang Ilmu Akhirat: Sentilan Keras dari Tafsir Ibnu Katsir

Allah Ta’ala berfirman:
يَعۡلَمُونَ ظَٰهِرًا مِّنَ ٱلۡحَيَٰوةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ عَنِ ٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ غَٰفِلُونَ
“Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.” (QS. Ar-Rum ayat 7)
al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan:
أَكْثَرُ النَّاسِ لَيْسَ لَهُمْ عِلْمٌ إِلَّا بِالدُّنْيَا وَأَكْسَابِهَا وَشُئُونِهَا وَمَا فِيهَا ، فَهُمْ حُذَّاقٌ أَذْكِيَاءُ فِي تَحْصِيلِهَا وَوُجُوهِ مَكَاسِبِهَا ، وَهُمْ غَافِلُونَ عَمَّا يَنْفَعُهُمْ فِي الدَّارِ الْآخِرَةِ ، كَأَنَّ أَحَدَهُمْ مُغَفَّلٌ لَا ذِهْنَ لَهُ وَلَا فِكْرَةَ
Mayoritas manusia tidak memiliki ilmu (pengetahuan) melainkan hanya seputar urusan dunia, mata pencaharian, kesibukan, dan apa saja yang ada di dalamnya. Mereka sangat mahir dan cerdas dalam urusan mengumpulkan dunia serta berbagai cara untuk meraup keuntungannya. Namun di sisi lain, mereka benar-benar lalai dari apa yang dapat memberikan manfaat bagi mereka di negeri akhirat kelak. Seolah-olah salah seorang dari mereka adalah orang yang pandir, yang tidak memiliki akal dan pikiran (untuk akhiratnya).
قَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ : وَاللَّهِ لَبَلَغَ مِنْ أَحَدِهِمْ بِدُنْيَاهُ أَنَّهُ يَقْلِبُ الدِّرْهَمَ عَلَى ظُفْرِهِ ، فَيُخْبِرُكَ بِوَزْنِهِ ، وَمَا يُحْسِنُ أَنْ يُصَلِّيَ
Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Demi Allah, kecerdasan salah seorang dari mereka dalam urusan dunianya telah mencapai tingkat di mana ia cukup membolak-balikkan uang dirham di atas kukunya, lalu ia bisa memberi tahukan kepadamu berapa berat (timbangan) uang tersebut. Padahal, ia sendiri tidak becus (tidak tahu cara) mendirikan shalat dengan baik.”
Sumber: Tafsir al-Qur’anil Adzhim karya Ibnu Katsir

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.