Beranda » Latest » Artikel » Wanita » Mengenal Ciri Wanita ‘Punuk Unta’ yang Dilarang dalam Hadits Nabi

Mengenal Ciri Wanita ‘Punuk Unta’ yang Dilarang dalam Hadits Nabi

0
leaves-7452420_1280

Pertanyaan

Saudari Suha Abdul Aziz Ibrahim dari Al-Muhammadiyah bertanya: Apakah meletakkan apa yang disebut dengan kuncir/sanggul biasa (pada rambut) itu haram? Dan apakah hal itu termasuk dalam hukum wanita-wanita yang kepala mereka seperti punuk unta yang miring?

Apa pula makna sabda Rasulullah yang mulia ﷺ tentang wanita yang maa-ilaat mumiilaat (menyimpang lagi memalingkan orang lain) dan kaasiyaat ‘aariyaat (berpakaian tetapi telanjang)? Apakah mungkin pakaian dan ketelanjangan menyatu? Mohon penjelasannya, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan!

Jawaban Syaikh Sholih al-Fauzan hafidzhahullah:

Wajib bagi seorang wanita untuk menata rambut kepalanya dengan cara menjadikannya dikepang (jepitan/jalinan) dari sisi-sisi kepalanya, atau menjadikannya sebagai rambut yang terurai dari sisi-sisi kepalanya.

Adapun mengumpulkan rambut di bagian belakang kepala atau mengumpulkannya di atas kepala, maka ini adalah perkara yang tidak diperbolehkan, terlebih lagi jika mengumpulkannya di atas kepala. Sebab, hal ini termasuk dalam sabda Rasulullah ﷺ: “Kepala mereka seperti punuk unta yang miring.”

Yaitu jenis unta yang memiliki dua punuk. Seorang wanita jika mengumpulkan rambut kepalanya di bagian atas lalu mengikatnya atau membuat sesuatu yang membentuk gundukan yang tampak menonjol di sisi kepalanya—sehingga terlihat seolah-olah ada kepala lain—maka inilah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah ﷺ: “Kepala mereka seperti punuk unta yang miring.”

Makna “Berpakaian tetapi Telanjang” (Kaasiyaat ‘Aariyaat)

Adapun makna bahwa mereka “berpakaian tetapi telanjang” adalah karena mereka mengenakan pakaian yang tidak menutupi mereka. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa faktor:
• Karena pakaiannya pendek.
• Karena pakaiannya transparan dan tidak menutupi apa yang ada di baliknya.
• Karena pakaiannya ketat sehingga membentuk lekuk tubuh wanita tersebut.
• Karena pakaiannya bermotif indah (pakaian perhiasan) yang menarik perhatian orang kepadanya.

Mereka disebut “berpakaian” dalam artian mereka memang mengenakan busana, tetapi mereka “telanjang” karena busana tersebut tidak menutupi mereka (dengan sempurna). Keberadaan pakaian tersebut hanyalah formalitas belaka, tidak menghasilkan fungsi penutupan yang sebenarnya. Wal ‘iyaadzu billah.

Oleh karena itulah, mereka mendapatkan ancaman yang keras ini:
“Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aroma wangi surga.”

Makna Maa-ilaat Mumiilaat

Makna maa-ilaat (مائلات) adalah: Mereka yang menyimpang di dalam diri mereka sendiri dari kebenaran.

Sedangkan makna mumilat (مميلات) adalah: Mereka yang memalingkan/membuat condong orang lain (kepada keburukan), baik dari kalangan wanita (agar meniru mereka) maupun laki-laki yang memandang mereka.

Sumber: Video pada channel resmi: العلامة الدكتور صالح الفوزان
Berjudul:
5063- حكم جمع المرأة لشعرها خلف الرأس أو فوقه، ومعنى كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤوسهن كأسنمة
Diunggah pada 18 November 2023

Transkrip dalam Bahasa Arab

5063- الأخت سهى عبد العزيز إبراهيم من المحمدية تقول: هل وضع ما يسمى بالكعكع العادي حرام وهل هو يدخل في حكم النساء اللاتي رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة؟ وما معنى قول الرسول الكريم ﷺ في المائلات المميلات: «كاسيات عاريات» هل تجتمع الكسوة والعري؟ أرجو بيان ذلك جزاكم الله خيرًا

الجواب: الواجب على المرأة أن تنظم شعر رأسها بأن تجعله ضفائر من جوانب الرأس أو تجعله ذؤابة مرسلة من جوانب رأسها أما جمعه من خلفها أو جمعه فوق رأسها فهذا أمر لا يجوز ولاسيما جمعه فوق رأسها فإن هذا ينطبق عليه قول الرسول ﷺ: «رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة» وهي الإبل التي لها سنامان، المرأة إذا جمعت شعر رأسها من فوق وعملت له رباطًا أو شيئًا يجعل له جرمًا يبين إلى جانب رأسها ويكون كأنه رأس آخر فهذا هو المعني بقول الرسول ﷺ: «رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة

وأما أنهن كاسيات عاريات لأنهن يلبسن ثيابًا لا تسترهن إما لقصرها وإما لشفافتها وعدم سترها ما وراءها وإما لضيقها بحيث تبين أحجام المرأة وإما لزينتها ثياب زينة تجلب الأنظار إليها فهؤلاء كاسيات بمعنى أنهن لابسات ألبسة لكنهن عاريات لأن هذه الألبسة لا تسترهن فوجود هذه الألبسة إنما هو وجود صوري لا يحصل به الستر والعياذ بالله! ولذلك حصلن على هذا الوعيد الشديد: «لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها» ومعنى «مائلات مميلات» مائلات في أنفسهن عن الحق ومميلات لغيرهن ممن ينظر إليهن من النساء والرجال

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman