Beranda » Latest » Artikel » Motivasi » Keutamaan Menjaga Keamanan Kota Dalam Islam: Niat dan Kedudukannya

Keutamaan Menjaga Keamanan Kota Dalam Islam: Niat dan Kedudukannya

0
download (27)

Pertanyaan:

“Semoga Allah berbuat baik kepada Anda, Samahatul Walid (Syaikh yang kami hormati). Penanya berkata: Sebelumnya telah disebutkan mengenai ribath (berjaga-jaga di perbatasan) dan murabathah. Terkait saudara-saudara kita, para petugas keamanan di dalam kota yang bertugas menjaga keamanan, apakah berlaku bagi mereka hadis yang menyebutkan bahwa barang siapa di antara mereka yang meninggal maka pahalanya akan terus mengalir? Serta sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: ‘Dua mata yang tidak akan tersentuh oleh api neraka…’?”

Jawaban Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan:

“Ya, mereka membela kehormatan umat Islam dan melindungi negeri-negeri kaum muslimin, maka mereka mendapatkan pahala para pejuang (mujahidin). Jika salah satu dari mereka terbunuh, maka ia adalah seorang syahid.

Adapun ganjaran khusus murabathah (berjaga di perbatasan), itu khusus bagi orang yang berada di garis perbatasan. Namun, mereka tetap dicatat mendapatkan pahala para pejuang jika niat mereka benar, serta bertujuan untuk melindungi kaum muslimin dan membela umat Islam.

Bagi mereka pahala para pejuang, dan jika ada di antara mereka yang gugur, maka ia adalah seorang syahid di jalan Allah Azza Wa Jalla. Ya.”

Sumber: Channel @dralfawzann berjudul:

هل رجال الأمن داخل المدن ينطبق عليهم فضل المرابط؟ للشيخ صالح الفوزان

Diunggah pada 8 Nov 2018

Transkrip dalam Bahasa Arab

السَّائِلُ: أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ سَمَاحَةَ الْوَالِدِ، يَقُولُ السَّائِلُ: تَقَدَّمَ مَعَنَا ذِكْر الرِّبَاطِ وَالْمُرَابَطَةِ، وَبِالنِّسْبَةِ لِإِخْوَانِنَا رِجَالِ الْأَمْنِ دَاخِلَ الْمُدُنِ لِلْحِمَايَةِ، هَلْ يَنْطَبِقُ عَلَيْهِمُ الْحَدِيثُ أَنَّ مَنْ مَاتَ مِنْهُمْ يَجْرِي عَلَيْهِ الْأَجْرُ؟ وَقَوْلُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ

أجاب عنه الشيخ صَالِحُ بْنُ فَوْزَانَ الْفَوْزَانَ

«نَعَمْ، هَؤُلَاءِ يُدَافِعُونَ عَنْ حُرُمَاتِ الْمُسْلِمِينَ، حِمَايَةِ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ، فَلَهُمْ أَجْرُ الْمُجَاهِدِينَ، وَإِذَا قُتِلَ أَحَدٌ مِنْهُمْ فَهُوَ شَهِيدٌ

أَمَّا أَجْرُ الْمُرَابَطَةِ فَهُوَ خَاصٌّ بِالَّذِي عَلَى الْحُدُودِ، لَكِنْ هَؤُلَاءِ يُكْتَبُ لَهُمْ أَجْرُ الْمُجَاهِدِينَ إِذَا صَلُحَتْ نِيَّاتُهُمْ، وَكَانَ قَصْدُهُمْ حِمَايَةَ الْمُسْلِمِينَ وَالدِّفَاعَ عَنِ الْمُسْلِمِينَ، فَلَهُمْ أَجْرُ الْمُجَاهِدِينَ، وَإِذَا قُتِلَ مِنْهُمْ قَتِيلٌ فَهُوَ شَهِيدٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. نَعَمْ

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman