Beranda » Latest » Artikel » Tafsir » Keikhlasan yang Menyelamatkan: Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf dalam AlQuran

Keikhlasan yang Menyelamatkan: Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf dalam AlQuran

0
IMG_20250614_093956

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy rahimahullah menyatakan:

Di antara faedahnya (pelajaran yang bisa dipetik dari surah Yusuf) juga bahwa keikhlasan kepada Allah Ta’ala merupakan sebab terbesar untuk memperoleh segala kebaikan dan menolak segala keburukan, sebagaimana firman-Nya:

كَذَلِكِ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

“Demikianlah, agar Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang diselamatkan.” [QS. Yusuf: 24].

Dan dalam bacaan (qirā’ah) yang lain: al-mukhliṣīn (orang-orang yang ikhlas); yaitu orang-orang yang disucikan oleh Allah dengan menyucikan ingatan mereka kepada negeri akhirat, dan kedua makna ini saling berkaitan. Allah menyucikan mereka karena keikhlasan mereka kepada-Nya. Maka barang siapa yang ikhlas kepada Allah, niscaya Allah akan menyucikannya, menyelamatkannya dari keburukan, serta memeliharanya dari kejahatan dan kekejian.

Sumber: Fawaid Mustanbathoh min Qishshoti Yusuf alaihis salaam halaman 28

Naskah dalam Bahasa Arab

قال الشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله تعالى

وَمِنْهَا أَنَّ الْإِخْلَاصَ لِلَّهِ تَعَالَى أَكْبَرُ الْأَسْبَابِ لِحُصُولِ كُلِّ خَيْرٍ وَانْدِفَاعِ كُلِّ شَرٍّ، كَمَا قَالَ تَعَالَى: {كَذَلِكِ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ} [الآية 24]، وَفِي الْقِرَاءَةِ الْأُخْرَى: {الْمُخْلِصِينَ}؛ أَيِ الَّذِينَ أَخْلَصَهُمُ اللهُ بِخَالِصَةِ ذِكْرَى الدَّارِ، وَهُمَا مُتَلَازِمَتَانِ. فَأَخْلَصَهُمْ لِإِخْلَاصِهِمْ لَهُ، فَمَنْ أَخْلَصَ لِلَّهِ أَخْلَصَهُ وَخَلَّصَهُ مِنَ الشُّرُورِ، وَعَصَمَهُ مِنَ السُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ

فوائد مستنبطة من قصة يوسف عليه السلام ص 28

(Salah satu materi durus dalam Daurah Khusus Imam al-Muzaniy ke-5 di Ma’had Minhajul Atsar Jember, yang disampaikan Syaikh Abdul Hakim Dahhas al-Jazairiy)