Merenungi Pemeliharaan Agung dari Rabbil ‘Alamin

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy -semoga Allah merahmatinya- menyatakan dalam tafsir surah al-Fatihah:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Segala puji bagi Allah
[Al-Hamdu lillaah] adalah pujian kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya yang sempurna, serta melalui perbuatan-perbuatan-Nya yang berkisar antara karunia (fadhl) dan keadilan (‘adl). Maka bagi-Nya segala pujian yang sempurna dari segala segi dan sudut pandang.
رَبِّ الْعَالَمِينَ
Rabb (Tuhan) semesta alam
[Rabbil ‘Alamin] — Ar-Rabb adalah Dia yang memelihara (murobbi) seluruh alam—yaitu segala sesuatu selain Allah—dengan cara menciptakan mereka, menyiapkan sarana dan prasarana bagi mereka, serta melimpahkan nikmat-nikmat yang agung kepada mereka; yang apabila nikmat tersebut hilang, niscaya mereka tidak akan mungkin dapat bertahan hidup. Maka nikmat apa pun yang ada pada mereka, semuanya berasal dari Allah Ta’ala.
Pemeliharaan (tarbiyah) Allah Ta’ala terhadap makhluk-Nya terbagi menjadi dua jenis: umum dan khusus.
Pemeliharaan Umum: Yaitu penciptaan-Nya terhadap seluruh makhluk, pemberian rezeki kepada mereka, serta pemberian petunjuk kepada hal-hal yang mengandung maslahat demi kelangsungan hidup mereka di dunia.
Pemeliharaan Khusus: Yaitu pemeliharaan-Nya terhadap para kekasih-Nya (auliya’). Allah mendidik mereka dengan keimanan, memberi mereka taufik untuk meraihnya, menyempurnakannya bagi mereka, serta menghalangi berbagai gangguan dan rintangan yang membentangi antara mereka dengan keimanan tersebut. Pada hakikatnya, pemeliharaan khusus ini adalah tarbiyah taufik menuju setiap kebaikan dan perlindungan (‘ishmah) dari setiap keburukan.
Boleh jadi makna inilah yang menjadi rahasia mengapa sebagian besar doa para nabi menggunakan lafaz “Rabb”. Hal itu karena seluruh permohonan mereka tercakup di dalam rububiyah Allah yang bersifat khusus ini.
Maka, firman Allah Rabbil ‘Alamin menunjukkan tentang keesaan-Nya dalam mencipta, mengatur, dan memberikan nikmat, serta menunjukkan kesempurnaan Maha Kaya-Nya Allah dan mutlaknya ketergantungan (kebutuhan) seluruh alam kepada-Nya dari segala segi dan pertimbangan.
Sumber: Taisir Karimir Rahmaan fi Tafsiri Kalamil Mannan
Naskah dalam Bahasa Arab
قال الشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله تعالى في تفسيره
{الْحَمْدُ لِلَّهِ} [هو] الثناء على الله بصفات الكمال، وبأفعاله الدائرة بين الفضل والعدل، فله الحمد الكامل، بجميع الوجوه. {رَبِّ الْعَالَمِينَ} الرب، هو المربي جميع العالمين -وهم من سوى الله- بخلقه إياهم، وإعداده لهم الآلات، وإنعامه عليهم بالنعم العظيمة، التي لو فقدوها، لم يمكن لهم البقاء. فما بهم من نعمة، فمنه تعالى. وتربيته تعالى لخلقه نوعان: عامة وخاصة. فالعامة: هي خلقه للمخلوقين، ورزقهم، وهدايتهم لما فيه مصالحهم، التي فيها بقاؤهم في الدنيا. والخاصة: تربيته لأوليائه، فيربيهم بالإيمان، ويوفقهم له، ويكمله لهم، ويدفع عنهم الصوارف، والعوائق الحائلة بينهم وبينه، وحقيقتها: تربية التوفيق لكل خير، والعصمة عن كل شر. ولعل هذا [المعنى] هو السر في كون أكثر أدعية الأنبياء بلفظ الرب. فإن مطالبهم كلها داخلة تحت ربوبيته الخاصة. فدل قوله {رَبِّ الْعَالَمِينَ} على انفراده بالخلق والتدبير، والنعم، وكمال غناه، وتمام فقر العالمين إليه، بكل وجه واعتبار
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.