15 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Nasihat » Jadilah Orang yang Berilmu Atau yang Mempelajari Ilmu

Jadilah Orang yang Berilmu Atau yang Mempelajari Ilmu

Aun bin Abdillah pernah berkata kepada Umar bin Abdil Aziz:

Ada sebuah ungkapan:

إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُوْنَ عَالِمًا فَكُنْ عَالِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَكُنْ مُتَعَلِّمًا فَإِنْ لَمْ تَكُنْ مُتَعَلِّمًا فَأَحِبْهُمْ فَإِنْ لَمْ تُحِبْهُمْ فَلاَ تَبْغِضُهُمْ

Jadilah orang berilmu jika engkau mampu. Jika tidak bisa, jadilah orang yang belajar ilmu. Jika tidak bisa, cintailah mereka (Ulama dan penuntut ilmu). Jika engkau tidak bisa mencintai mereka, janganlah membenci mereka (orang-orang berilmu dan yang belajar ilmu)

Umar bin Abdil Aziz rahimahullah menyetujui ungkapan tersebut seraya berkata:

سُبْحَانَ اللهِ لَقَدْ جَعَلَ لَهُ مَخْرَجًا

Maha Suci Allah, sungguh Allah telah memberikan jalan keluar baginya

(riwayat Abu Khoytsamah dalam al-Ilmu, semua perawinya adalah rijal dalam Shahih al-Bukhari)


Baca Juga: Orang-orang Berilmu yang Mengharapkan Akhirat Saling Cinta dan Tidak Memiliki Perasaan Hasad


Apabila kita bukan orang yang berilmu, setidaknya kita semestinya menjadi orang yang terus bersemangat untuk belajar ilmu agama. Jika pun tidak mampu, cintailah orang yang berilmu dan yang mempelajari ilmu agama. Jika tidak bisa, jangan membenci mereka. Karena dengan ilmu agama berdasarkan alQuran dan hadits shahih yang dipelajari, diamalkan, dan disebar, seluruh alam akan mendapatkan maslahat dan kebaikan. Bahkan ikan di perairan maupun semut di sarangnya mendoakan kebaikan untuk para penuntut ilmu dan orang yang mengajarkan ilmu.

وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ

Sesungguhnya orang yang berilmu, benar-benar dimintakan ampunan untuknya oleh makhluk yang berada di langit maupun di bumi, bahkan termasuk ikan di perairan
(H.R atTirmidzi dan Ibnu Majah)

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya, serta penduduk langit dan bumi hingga semut di sarangnya dan juga ikan, benar-benar bersholawat untuk para pengajar kebaikan kepada manusia
(H.R atTirmidzi)


Baca Juga: Memahami Ilmu Perlu Kelembutan dan Mengembangkannya Membutuhkan Kejernihan


Memang, tanpa ilmu agama yang benar dan penunjang dzikir kepada Allah, dunia ini akan terlaknat, terjauhkan dari rahmat Allah.

الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرَ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ أَوْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا

Dunia ini terlaknat. Terlaknatlah segala yang ada padanya, kecuali dzikir mengingat Allah dan yang menunjangnya, atau orang yang berilmu, atau orang yang belajar ilmu
(H.R Ibnu Majah)

 

Dikutip dari:
Buku “Keteladanan Umar bin Abdil Aziz”, Abu Utsman Kharisman