11 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Muamalah » Hidup Harmonis Dalam Bertetangga

Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk bersikap baik kepada tetangga. Disebutkan dalam al-Quran:

وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ

…dan berbuat baiklah kepada tetangga yang memiliki hubungan kekerabatan, maupun tetangga yang bukan karib kerabat…
(Q.S anNisaa’ ayat 36)

Tetangga adalah orang-orang yang bertempat tinggal dekat dengan kediaman kita. Al-Hasan al-Bashri –seorang Ulama Tabi’in- menjelaskan bahwa yang masuk kategori tetangga adalah dalam radius 40 rumah dari kita. Dalam radius 40 rumah dari rumah kita, itu masih lingkup tetangga kita. Semakin dekat rumahnya dengan rumah kita, semakin besar haknya terhadap kita.

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk memuliakan tetangga:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tetangganya
(H.R al-Bukhari dan Muslim)

Memuliakan tetangga adalah dengan bersikap baik secara ucapan maupun perbuatan terhadapnya. Merasa senang dan gembira jika tetangga mendapat kebaikan. Tidak merasa iri atau dengki terhadap tetangga.

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِجَارِهِ… مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه

Demi (Allah) yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba beriman, hingga ia menyukai suatu kebaikan untuk tetangganya sebagaimana ia suka hal itu untuk dirinya
(H.R Muslim)

Seseorang tidak boleh membiarkan tetangganya dalam keadaan lapar, dalam kondisi dia tahu, sedangkan dia sendiri makan dengan kenyang. Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا آمَنَ بِي مَنْ بَاتَ شَبْعَانًا وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ وَهُوَ يَعْلَمُ بِهِ

Tidaklah beriman kepadaku, seseorang yang melewati malam dalam keadaan kenyang, sedangkan tetangga di sampingnya kelaparan, dalam keadaan dia tahu
(H.R atThobaroniy, dinyatakan shahih li ghoirihi oleh Syaikh al-Albaniy)

Di akhirat nanti, para tetangga akan mengadukan kepada Allah sikap tetangganya yang tidak mau berbagi, yang pelit terhadapnya.

كَمْ مِنْ جَارٍ مُتَعَلِّقٌ بِجَارِهِ يَقُوْلُ: يَا رَبِّ ! سَلْ هَذَا لِمَ أَغْلَقَ عَنِّي بَابَهُ، وَمَنَعَنِي فَضْلَهَ

Betapa banyak tetangga yang akan bergantungan pada tetangganya yang lain dan berkata: Wahai Rabbku, tanyakanlah kepada orang ini mengapa ia menutup pintunya dari aku, dan tidak memberikan kelebihan yang dimilikinya kepadaku
(H.R Ibnu Abid Dunya dalam Makaarimul Akhlaaq, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)


Baca Juga: Berbuat Baik Kepada Tetangga


Seorang muslim yang meninggal dunia, jika ada setidaknya 3 tetangganya yang terdekat bersaksi baik untuknya, Allah akan mengampuni dosanya.

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَشْهَدُ لَهُ ثَلَاثَةُ أَبْيَاتٍ مِنْ جِيرَانِهِ الْأَدْنَيْنَ بِخَيْرٍ إِلَّا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ قَبِلْتُ شَهَادَةَ عِبَادِي عَلَى مَا عَلِمُوا وَغَفَرْتُ لَهُ مَا أَعْلَمُ

Tidaklah seorang hamba muslim meninggal dunia, dipersaksikan kebaikannya oleh 3 rumah tetangganya yang terdekat, kecuali Allah Azza Wa Jalla berfirman: Aku telah menerima persaksian para hambaKu terhadap apa yang mereka ketahui, dan Aku ampuni dia terhadap apa yang Aku ketahui
(H.R Ahmad, dinyatakan hasan li ghoirihi oleh Syaikh al-Albaniy dalam Shahih atTarghib wat Tarhiib)

Di antara bentuk sikap baik terhadap tetangga adalah bersabar atas sikap tetangga yang tidak menyenangkan. Salah satu pihak yang dicintai oleh Allah adalah seseorang yang bersabar atas gangguan atau sikap tidak baik tetangga terhadapnya.

رَجُلٌ لَهُ جَارٌ سُوءٌ يُؤْذِيهِ فَيَصْبِرُ عَلَى إِيذَائِهِ حَتَّى يَكْفِيَهُ اللَّهُ إِيَّاهُ إِمَّا بِحَيَاةٍ أَوْ مَوْت

Dan (orang yang dicintai Allah) adalah seseorang yang memiliki tetangga yang buruk, yang menyakitinya. Namun ia bersabar terhadapnya. Hingga Allah menjaganya dari tetangga tersebut baik dalam kondisi hidup maupun mati
(H.R al-Hakim dari Abu Dzar, dinyatakan shahih sesuai syarat Muslim oleh adz-Dzahabiy)

Beberapa hak tetangga yang disebutkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Kitab Fahul Baari, di antaranya:

  • Jika mereka butuh pinjaman dan kita mampu meminjamkan, pinjamkanlah.
  • Jika mereka butuh pertolongan dan kita mampu menolong, tolonglah.
  • Jika mereka sakit, jenguklah.
  • Jika meninggal, iringi jenazahnya.
  • Jika mendapat kebaikan berikan ucapan selamat dan turut senang (tidak dengki).
  • Jika mendapat musibah hiburlah.
  • Jika ada kelebihan makanan berilah hadiah.
  • Jika membeli makanan dan tidak mampu untuk dihadiahkan, masukkan ke dalam rumah secara diam-diam (tidak menampakkan di hadapannya).
  • Jangan membangun bangunan yang menghalangi aliran udara untuknya kecuali jika diijinkan.

Baca Juga: Hindarilah Mengganggu Tetangga Dengan Suara Musik Dan Nyanyian Saat Persiapan Perayaan Pernikahan


Seorang muslim tidak boleh menyakiti, mengganggu, atau mendzhalimi tetangganya. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ

Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah menyakiti tetangganya
(H.R Abu Dawud)

Dalam hadits yang lain, Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Tidak akan masuk Surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya
(H.R Muslim dari Abu Hurairah)

Dosa mendzhalimi tetangga lebih besar dibandingkan mendzhalimi orang lain. Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَأَنْ يَسْرِقَ الرَّجُلُ مِنْ عَشْرَةِ أَبْيَاتٍ أَيْسَرُ عَلَيْهِ مِنْ أَنْ يَسْرِقَ مِنْ جَارِهِ

Seandainya seseorang mencuri pada 10 rumah, itu lebih ringan dibandingkan mencuri dari tetangganya
(H.R Ahmad dan atThobarony, al-Haitsamy menyatakan bahwa perawi-perawinya terpercaya)


Baca Juga: Nabi Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlak yang Mulia


Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya seorang wanita melakukan sholat malam, berpuasa di siang hari, melakukan ini dan itu, serta bersedekah, tetapi ia menyakiti tetangga dengan lisannya? Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam bersabda: Tidak ada kebaikan padanya. Ia termasuk penduduk neraka. Para Sahabat berkata: sedangkan seorang wanita lain melakukan sholat wajib dan bersedekah dengan beberapa potong keju tetapi ia tidak pernah menyakiti siapapun? Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Dia termasuk penghuni surga (H.R al-Bukhari dalam Adabul Mufrad).

Tetangga, meski seorang yang kafir, ia memiliki hak untuk dimuliakan sebagai tetangga dalam Islam.

Sahabat Nabi Abdullah bin Amr bin al-Ash ketika disembelihkan kambing untuknya berkata: Sudahkah kamu menghadiahkan kepada tetangga kita Yahudi? Saya mendengar Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: Senantiasa Jibril mewasiatkan kepadaku terhadap tetangga, sampai-sampai aku mengira bahwa ia akan memberikan hak waris kepadanya (H.R alBukhari dalam Adabul Mufrad no 105).

 

Dikutip dari:
Buku “Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Menebarkan Kasih Sayang dalam Bimbingan al-Quran dan Sunnah), Abu Utsman Kharisman