Beranda » Latest » Artikel » Manhaj » Ahlussunnah Identik Dengan Kejujuran Sedangkan Ahlul Bid’ah Identik Dengan Kedustaan

Ahlussunnah Identik Dengan Kejujuran Sedangkan Ahlul Bid’ah Identik Dengan Kedustaan

0
crack-9051075_1280

Ali bin Harb al-Mushiliy rahimahullah -salah seorang guru al-Imam an-Nasaai- menyatakan:

مَنْ قَدَرَ أَلَّا يَكْتُبَ الْحَدِيثَ إِلَّا عَنْ صَاحِبِ سُنَّةٍ ، فَإِنَّهُمْ يَكْذِبُونَ ، كُلُّ صَاحِبِ هَوًى ‌يَكْذِبُ ‌وَلَا ‌يُبَالِي

Barang siapa yang mampu agar jangan menulis hadits kecuali dari Ahlussunnah (lakukanlah). Karena mereka (selain Ahlussunnah) suka berdusta. Semua pengikut hawa nafsu (Ahlul Bid’ah) berdusta dan tidak peduli (riwayat al-Khothib al-Baghdadi dalam al-Kifayah fi Ilmir Riwaayah)

Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkhaliy rahimahullah menyatakan:

Tujuannya (dakwah) adalah memberi petunjuk kepada manusia, tujuannya adalah menyampaikan kebenaran ke dalam hati manusia.

Gunakanlah segala sarana syar’i yang kalian mampu. Bukanlah maksudnya prinsip kita menyatakan bahwa tujuan menghalalkan cara. Karena itu termasuk perilaku Ahlul Bid’ah. Ahlul Bid’ah itu berjalan dengan kedustaan, tipuan, putar balik, dan manuver-manuver mereka. Sebagaimana ucapan al-Imam Ali bin Harb al-Mushiliy: “Setiap pengikut hawa nafsu berdusta dan tidak peduli”.

Hal ini (seharusnya) tidak ada pada kita. Kita (semestinya) adalah ahli kejujuran dan ahli kebenaran. Tetapi kita menyajikan (kebenaran) dalam batas-batas yang dapat diterima oleh manusia dan yang dapat mempengaruhi jiwa mereka. Baarakallaahu fiikum.


Sumber: al-Hatstsu alal Mawaddah wal I’tilaf wat Tahdzir minal furqoh wal Ikhtilaaf halaman 35-36

Penulis: Abu Utsman Kharisman