Beranda » Latest » Artikel » Ibadah » Shalat Adalah Amalan yang Bermula dari Takbir dan Berakhir dengan Salam

Shalat Adalah Amalan yang Bermula dari Takbir dan Berakhir dengan Salam

0
mosque-1978985_640

Dalam sebuah hadits disebutkan:

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Dari Ali -semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Kunci shalat adalah bersuci, pengharamannya (dari melakukan hal-hal di luar shalat) adalah takbir, dan yang menghalalkan (dari melakukan hal-hal di luar shalat) adalah salam (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, dan Ibnu Majah)

Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

وَبِهَذَا نَقُولُ نَحْنُ لَا يُحْرِمُ بِالصَّلَاةِ إلَّا بِالتَّكْبِيرِ وَقَالَ صَاحِبُهُمْ يُحْرِمُ بِهَا بِغَيْرِ التَّكْبِيرِ بِالتَّسْبِيحِ وَرَجَعَ صَاحِبَاهُ إلَى قَوْلِنَا وَقَوْلُنَا لَا تَنْقَضِي الصَّلَاةُ إلَّا بِالتَّسْلِيمِ فَمَنْ عَمِلَ عَمَلًا مِمَّا يُفْسِدُ الصَّلَاةَ فِيمَا بَيْنَ أَنْ يُكَبِّرَ إلَى أَنْ يُسَلِّمَ فَقَدْ أَفْسَدَهَا

“Dan dengan inilah kami berpendapat: Seseorang tidaklah dianggap telah masuk ke dalam keharaman shalat (ihram/mulai shalat) kecuali dengan takbir. Sedangkan sahabat mereka (ulama Hanafiyyah) berpendapat: Seseorang boleh masuk ke dalam shalat dengan selain takbir, (seperti) dengan tasbih. Namun, kedua sahabatnya (murid Imam Abu Hanifah) telah kembali (merujuk) kepada pendapat kami. Dan pendapat kami (pula) adalah: Shalat tidaklah selesai kecuali dengan taslim (salam). Maka barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang dapat membatalkan shalat di antara waktu takbir hingga salam, maka sungguh ia telah merusak (membatalkan) shalatnya….”(al-Umm karya al-Imam asy-Syafii 7/173)


Oleh: Abu Utsman Kharisman