Hadits-hadits Shahih dan Hasan Berkaitan Surah Al Waqiah dan Ar Rahman

Berikut adalah hadits-hadits shahih dan hasan yang berkaitan dengan surah al Waqiah dan ar Rahman:
Hadits tentang Reaksi dan Jawaban Jin Ketika Dibacakan Surah Ar-Rahman
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَصْحَابِهِ، فَقَرَأَ عَلَيْهِمْ سُورَةَ الرَّحْمَنِ مِنْ أَوَّلِهَا إِلَى آخِرِهَا فَسَكَتُوا، فَقَالَ: لَقَدْ قَرَأْتُهَا عَلَى الجِنِّ لَيْلَةَ الجِنِّ فَكَانُوا أَحْسَنَ مَرْدُودًا مِنْكُمْ، كُنْتُ كُلَّمَا أَتَيْتُ عَلَى قَوْلِهِ {فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ} [الرحمن: 13] قَالُوا: لَا بِشَيْءٍ مِنْ نِعَمِكَ رَبَّنَا نُكَذِّبُ فَلَكَ الحَمْدُ (رواه الترمذي وحسنه الألباني)
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar menemui para sahabatnya, lalu beliau membacakan kepada mereka surah Ar-Rahman dari awal hingga akhir, dan mereka semua diam saja. Maka beliau bersabda: “Sungguh, aku telah membacakannya kepada para Jin pada malam pertemuan dengan Jin (Lailatul Jin), dan mereka memberikan respon yang lebih baik daripada kalian. Setiap kali aku sampai pada ayat (yang artinya): ‘Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?’ (QS. Ar-Rahman: 13), mereka menjawab: ‘Tidak ada satu pun dari nikmat-Mu, wahai Rabb kami, yang kami dustakan, maka bagi-Mu segala puji.'” (H.R atTirmidzi, dihasankan Syaikh al-Albaniy)
Hadits tentang Surah-surah dalam alQuran yang Membuat Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam Beruban
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ أَبُو بَكْرٍ: يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ شِبْتَ، قَالَ: «شَيَّبَتْنِي هُودٌ، وَالوَاقِعَةُ، وَالمُرْسَلَاتُ، وَعَمَّ يَتَسَاءَلُونَ، وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ» (رواه الترمذي وصححه الألياني)
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Abu Bakar bertanya, “Wahai Rasulullah, sungguh engkau telah beruban.” Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Aku telah dibuat beruban oleh Surah Hud, Al-Waqi’ah, Al-Mursalat, ‘Amma Yatasa’alun (An-Naba’), dan Idzasy Syamsu Kuwwirat (At-Takwir).” (H.R atTirmidzi, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)
Hadits tentang Bacaan dalam Shalat Shubuh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ، يَقُولُ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الصَّلَوَاتِ كَنَحْوٍ مِنْ صَلَاتِكُمُ الَّتِي تُصَلُّونَ الْيَوْمَ، وَلَكِنَّهُ كَانَ يُخَفِّفُ، كَانَتْ صَلَاتُهُ أَخَفَّ مِنْ صَلَاتِكُمْ، وَكَانَ يَقْرَأُ فِي الْفَجْرِ الْوَاقِعَةَ وَنَحْوَهَا مِنَ السُّوَرِ (رواه أحمد وهو صحيح على شرط مسلم كما قال الحاكم والذهبي ووافقه الألباني في أصل صفة صلاة النبي)
Dari Simak bin Harb, bahwasanya ia mendengar Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaksanakan shalat-shalat sebagaimana shalat yang kalian lakukan saat ini, namun beliau meringankannya (lebih singkat). Shalat beliau lebih ringan daripada shalat kalian, dan beliau biasanya membaca Surah Al-Waqi’ah dan surah-surah yang seukurannya pada saat shalat Shubuh.” (H.R Ahmad dinilai shahih sesuai syarat Muslim menurut Al-Hakim, Adz-Dzahabi, dan Syaikh al-Albaniy)
Oleh: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.