Beranda » Latest » Artikel » Hadits » Mengapa Puasa Enam Hari Syawal Setara Berpuasa Satu Tahun Penuh? Berikut Penjelasannya!

Mengapa Puasa Enam Hari Syawal Setara Berpuasa Satu Tahun Penuh? Berikut Penjelasannya!

0
12 ANEKA RESEP KUE KERING MODERN DAN KUE BASAH TERBARU UNTUK KUE LEBARAN

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan penuh, kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka ia seakan berpuasa seperti satu tahun penuh.” (HR. Muslim No. 1164)

Penjelasan Ulama

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan:

قَالَ الْعُلَمَاءُ: وَإِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ لِأَنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا فَرَمَضَانُ بِعَشْرَةِ أَشْهُرٍ وَالسِّتَّةُ بِشَهْرَيْنِ

Para ulama berkata: Sesungguhnya hal itu bisa seperti puasa sepanjang tahun karena satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Maka puasa Ramadhan sebanding dengan sepuluh bulan, dan enam hari di bulan Syawwal sebanding dengan dua bulan. (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim Ibn al-Hajjaj, 8/56)

Perhatian Penting!

Makna “setara puasa setahun” bukan pada lamanya berpuasa, tetapi pada besarnya pahala, sebagaimana penjelasan di atas. Dan juga hal ini dipertegas dengan penjelasan Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah:

فَرَمَضَانُ بِعَشْرَةِ أَشْهُرٍ، وَالسِّتُّ بِشَهْرَيْنِ، الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، فَكَأَنَّهُ صَامَ الدَّهْرَ كُلَّهُ، مَعَ أَنَّ اللَّهَ بِلُطْفِهِ – جَلَّ وَعَلَا – جَعَلَ رَمَضَانَ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَ الرَّمَضَانَيْنِ

Puasa Ramadhan setara dengan puasa sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari di bulan Syawwal setara dengan puasa dua bulan. Setiap kebaikan pahalanya dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, jadi seolah-olah dia seperti puasa setahun penuh. Bersamaan dengan itu, dengan kemurahan-Nya Allah ﷻ menjadikan puasa Ramadhan sebagai kafarah (penghapus dosa) antara dua Ramadhan. (Sumber Fatwa: http://www.binbaz.org.sa/noor/12117)

Terkait kaidah bahwa setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi 10 kali lipat, terdapat firman Allah Ta’ala:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ

“Barang siapa yang melakukan satu amal kebaikan, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya.” (Al-An’am: 160)

Penulis: Muhammad Kholis Ibrahim