15 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Tafsir » Bukan Sekedar Angan-Angan, Harus Dibuktikan Dengan Ketaatan

Bukan Sekedar Angan-Angan, Harus Dibuktikan Dengan Ketaatan

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan:

أَنَّ الدِّينَ لَيْسَ بِالتَّحَلِّي وَلَا بِالتَّمَنِّي، وَلَيْسَ كُلّ مَنِ ادَّعَى شَيْئًا حَصَلَ لَهُ بِمُجَرَّدِ دَعْوَاهُ، وَلَا كُلُّ مَنْ قَالَ: “إِنَّهُ هُوَ المُحق” سُمِعَ قَوْلُهُ بِمُجَرَّدِ ذَلِكَ، حَتَّى يَكُونَ لَهُ مِنَ اللَّهِ بُرْهَانٌ؛ وَلِهَذَا قَالَ تَعَالَى: {لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ} أَيْ: لَيْسَ لَكُمْ وَلَا لَهُمُ النَّجَاةُ بِمُجَرَّدِ التَّمَنِّي، بَلِ الْعِبْرَةُ بِطَاعَةِ اللَّهِ، وَاتِّبَاعِ مَا شَرَعَهُ عَلَى أَلْسِنَةِ رُسُلِهِ الْكِرَام

Sesungguhnya agama ini bukanlah dengan sekedar hiasan ataupun angan-angan belaka. Tidak setiap orang yang mengaku-ngaku tentang sesuatu akan mendapatkan sesuai pengakuannya. Tidak setiap orang yang mengatakan bahwa ia berada di atas kebenaran, didengar ucapannya sekedar (pengakuan) itu. Hingga ia memiliki bukti dari Allah. Karena itu Allah Ta’ala berfirman:

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ

(Keutamaan itu) bukanlah dengan angan-angan kalian (wahai kaum muslimin) maupun angan-angan Ahli Kitab…(Q.S anNisaa’ ayat 123)

Artinya: Kalian tidak akan mendapatkan keselamatan dengan sekedar angan-angan. Justru yang dinilai adalah taat kepada Allah dan mengikuti syariat-Nya melalui lisan para Rasul-Nya yang mulia.

(Tafsir al-Quranil Adzhim karya Ibn Katsir (2/417), ketika menafsirkan surah anNisaa’ ayat 123)

Al-Imam al-Baghowiy rahimahullah menyatakan:

لَيْسَ الْأَمْرُ بِالْأَمَانِيِّ وَإِنَّمَا الْأَمْرُ بِالْعَمَلِ الصَّالِحِ

(Pencapaian itu) bukanlah dengan angan-angan. Sesungguhnya (yang dinilai) adalah dengan amal sholih.

(Ma’alimut Tanziil (2/290))

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy rahimahullah menyatakan:

فَإِنَّ مُجَرَّدَ الْاِنْتِسَابِ إِلَى أَيِّ دِيْنٍ كَانَ، لَا يُفِيْدُ شَيْئًا إِنْ لَمْ يَأْتِ الْإِنْسَانُ بِبُرْهَانٍ عَلَى صِحَّةِ دَعْوَاهُ، فَالْأَعْمَالُ تُصَدِّقُ الدَّعْوَى أَوْ تُكَذِّبُهَا

Sesungguhnya sekedar mengaku (mengikuti) agama apa pun tidaklah bermanfaat sama sekali jika seseorang tidak membuktikan kebenaran pengakuannya. Amalanlah yang akan membenarkan pengakuan itu atau mendustakannya.

(Taisiir Kariimir Rahmaan fi Tafsiiri Kalaamil Mannaan (1/205))

 

Oleh: Abu Utsman Kharisman

Sumber Artikel: WhatsApp Al I’tishom