Beranda » Latest » Artikel » Ahkam » Panduan Ringkas Sebagai Imam Shalat Bag 2: Standar Minimal Seorang Imam

Panduan Ringkas Sebagai Imam Shalat Bag 2: Standar Minimal Seorang Imam

0
يؤم القوم أقر

Setidaknya, seorang imam haruslah orang yang bisa melaksanakan shalat dengan sah. Barang siapa yang sah shalatnya, maka ia pun sah menjadi imam.

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:

كُلُّ مَن صَحَّت صَلَاتُهُ صَحَّت إِمَامَتُه إِلَّا المَرأَة بِالرَّجُلِ

Setiap orang yang sah shalatnya, maka ia sah menjadi imam. Kecuali seorang wanita (tidak boleh mengimami) lelaki (Liqaa’ al-Baab al-Maftuh (148/16)).

Agar shalat seseorang sah, setidaknya ia harus:

  1. Seorang muslim dengan akidah yang lurus.
  2. Memenuhi syarat, rukun, dan kewajiban dalam shalat.
  3. Bacaan al-Fatihahnya sah dari sisi makhraj, sifat huruf, maupun panjang pendeknya.

Seseorang yang tidak hafal bacaan al-Fatihah atau tidak benar bacaan al-Fatihahnya hingga merubah makna, tidak sah menjadi imam bagi orang yang benar bacaan al-Fatihahnya. Ini adalah pendapat al-Imam Malik dan al-Imam asy-Syafii, serta yang masyhur dalam madzhab Hanabilah.

Ada satu riwayat dari al-Imam Ahmad yang menyatakan sahnya. Namun, apabila hal itu diketahui, sebaiknya dihindari agar kita tidak melanggar bimbingan Nabi:

يؤمُّ القومَ أقرؤُهم لكتابِ اللهِ

Selayaknya yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling tepat/banyak bacaan al-Qurannya (H.R Muslim)


Disarikan dari kitab asy-Syarhul Kabiir karya Ibnu Qudamah (2/56)) dan asy-Syarhul Mumti’ karya Syaikh Ibn Utsaimin (4/248)).