Beranda » Latest » Artikel » Motivasi » Kesempitan Hidup Bagi yang Meninggalkan Syariat Allah

Kesempitan Hidup Bagi yang Meninggalkan Syariat Allah

0
drip-1959198_640

Syaikh Sholih al-Fauzan hafizhahullah menyatakan:

Syariat Allah adalah syariat yang ramah (mudah). Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا جَعَلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلدِّينِ مِنۡ حَرَجٖۚ

dan Dia (Allah) tidak menjadikan kesulitan dalam agama ini bagi kalian (Q.S al-Hajj ayat 78)

Kesempitan dan kesulitan itu hanyalah didapatkan oleh orang yang keluar dari syariat (Allah). Orang yang keluar dari syariat karena menganggap ia ingin keluar dari kesempitan, terkungkung ingin bebas, dan kemerdekaan demikian dan demikian, Allah Azza Wa Jalla justru akan mengarahkan orang itu pada hal yang bertentangan dengan keinginannya.

Karena ia meninggalkan syariat yang ramah lagi indah, yang padanya terdapat kebaikan, lalu keluar menuju lawannya berupa kekufuran dan kemunafikan, serta tercapainya syahwat yang haram. Pada hakikatnya, itu kesempitan.

Berbeda dengan orang-orang beriman yang berpegang dengan syariat. Mereka dalam ketentraman dan ketenangan. Rezekinya lapang dan berkah.

Kita dapati orang-orang yang keluar dari syariat, mengalami kesesakan dan kesempitan. Menyempitkan diri mereka sendiri. Tidak tenang hidupnya. Keruh dan gelap jiwanya. Sebagian mereka sampai bunuh diri karena merasa begitu sempit jiwanya. Meskipun ia memiliki berlimpah harta dan anak.

إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا

Hanyalah Allah menginginkan untuk menyiksa mereka di dunia dengan sebab harta dan anaknya itu (Q.S atTaubah ayat 55).

Harta dan anak baginya justru menambah kegelisahan dan gundah gulana mereka


Sumber: Pelajaran ke-37 Tafsir Surah al-Mufashshol – al Mujadilah

Transkrip dalam Bahasa Arab

قال الشيخ صالح الفوزان حفظه الله تعالى:

شريعة الله فإنها شريعة سمحة، ﴿وَمَا جَعَلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلدِّينِ مِنۡ حَرَجٖۚ﴾ [الحج: 78] إنما الحرج والصعوبة في الخروج من الشريعة.فالذي يَخرج عن الشريعة بزعم أنه يريد الخروج من الضيق، ومن حبس الحريات، ومن كذا وكذا، فالله عز وجل يوقعه في نقيض قصده؛ لأنه تَرَك الشريعة السمحة الطيبة التي فيها الخير، فخرج إلى ضدها من الكفر والنفاق، وحصول شهواته المحرمة. وهذا في الحقيقة هو الكبت!!بخلاف المؤمنين المتمسكين بالشريعة، فهم في راحة بال واطمئنان، وسَعة في الرزق وبركة.ونجد الخارجين عن الشريعة في كبت وتضييق على أنفسهم، ولا يهنئون بعيش، وعندهم منغصات ومكدرات في نفوسهم؛ لذلك ينتحر بعضهم من شدة الضيق الذي يجده في نفسه، ولو كان عنده سَعة من المال والأولاد، ﴿إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا﴾ [التوبة: 55]، فأموالهم وأولادهم زيادة هموم لهم.

الدرس السابع والثلاثون سورة المجادلة – دروس سور المفصل الشيخ صالح الفوزان