4 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Manhaj » Jangan Menyelisihi Sunnah Agar Tidak Terkena Fitnah (Bencana)

Jangan Menyelisihi Sunnah Agar Tidak Terkena Fitnah (Bencana)

az-Zubair bin Bakkar rahimahullah menyatakan:

سَمِعْت سُفْيَانَ بْنَ عُيَيْنَةَ يَقُولُ: سَمِعْت مَالِكَ بْنَ أَنَسٍ، وَأَتَاهُ رَجُلٌ، فَقَالَ: يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ، مِنْ أَيْنَ أُحْرِمُ؟ قَالَ : مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ مِنْ حَيْثُ أَحْرَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . فَقَالَ : إنِّي أُرِيدُ أَنْ أُحْرِمَ مِنْ الْمَسْجِدِ. فَقَالَ: لَا تَفْعَلْ. قَالَ: إنِّي أُرِيدُ أَنْ أُحْرِمَ مِنْ الْمَسْجِدِ مِنْ عِنْدِ الْقَبْرِ. قَالَ : لَا تَفْعَلْ، فَإِنِّي أَخْشَى عَلَيْك الْفِتْنَةَ. قَالَ: وَأَيُّ فِتْنَةٍ فِي هَذَا؟ إنَّمَا هِيَ أَمْيَالٌ أَزِيدُهَا. قَالَ: وَأَيُّ فِتْنَةٍ أَعْظَمُ مِنْ أَنْ تَرَى أَنَّك سَبَقْت إلَى فَضِيلَةٍ قَصَّرَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. إنِّي سَمِعْتُ اللَّهَ يَقُولُ: فَلْيَحْذَرْ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Aku mendengar Sufyan bin Uyainah berkata:

Aku mendengar Malik bin Anas saat beliau didatangi oleh seseorang dan berkata: Wahai Abu Abdillah (Malik bin Anas), dari mana aku (mulai) berihram (meniatkan haji/ umroh)?

Al-Imam Malik berkata: dari Dzulhulaifah, sebagaimana Rasulullah shollallahu alaihi wasallam mulai berihram.

Orang itu berkata: Aku ingin berihram dari Masjid (Nabawi).

Al-Imam Malik berkata: Jangan lakukan itu.


Baca Juga: Apakah Sunnah Nabi Itu?


Orang itu berkata: Aku ingin (mulai) berihram dari Masjid (Nabawi) dari sisi kubur (Nabi).

Al-Imam Malik berkata: Jangan engkau lakukan itu. Karena aku mengkhawatirkan fitnah (bencana) terjadi padamu.

Orang itu berkata: Fitnah apakah itu? Aku hanya menambah beberapa mil saja (dari miqot yang seharusnya)?

Al-Imam Malik berkata: Fitnah apakah yang lebih besar dibandingkan engkau merasa mendahului mendapatkan keutamaan, sedangkan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menahan diri untuk tidak melakukannya? Sesungguhnya aku mendengar Allah (Ta’ala) berfirman (yang artinya): “Semestinya orang-orang yang menyelisihi perintah beliau (Nabi) takut akan tertimpa fitnah (bencana) atau tertimpa adzab yang pedih“ (Q.S anNuur ayat 63)

(diriwayatkan oleh Ibnul Arobiy dalam Ahkaamul Qur’an, dinukil oleh asy-Syathibiy dalam kitab al-I’tishom)

 

Penerjemah:
Abu Utsman Kharisman