Beranda » Latest » Artikel » Hadits » Hari Jumat Hari Terbaik Sekaligus Yaumul Mazid
calendar-660670_640

Al Hafidz Abdul Adzim bin Abdil Qowi Zakiyuddin Al Mundziri rahimahullah (w. 656 H) mencantumkan dalam kitab At Targhib wat-Tarhib nomor riwayat 5747; yang diteliti dan dinilai Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah sebagai hasan li ghairihi, disebutkan:

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَانِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَفِي يَدِهِ مِرْآةٌ بَيْضَاءُ فِيهَا نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَقُلْتُ: مَا هَذِهِ يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: هَذِهِ الْجُمُعَةُ يَعْرِضُهَا عَلَيْكَ رَبُّكَ لِتَكُونَ لَكَ عِيدًا وَلِقَوْمِكَ مِنْ بَعْدِكَ، تَكُونُ أَنْتَ الْأَوَّلَ وَتَكُونُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى مِنْ بَعْدِكَ قَالَ: مَا لَنَا فِيهَا؟ قَالَ: فِيهَا خَيْرٌ لَكُمْ، فِيهَا سَاعَةٌ مَنْ دَعَا رَبَّهُ فِيهَا بِخَيْرٍ هُوَ لَهُ قِسْمٌ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَلَيْسَ لَهُ قِسْمٌ إِلَّا ادَّخَرَ لَهُ مَا هُوَ أَعْظَمُ مِنْهُ، وَمَنْ تَعَوَّذَ فِيهَا مِنْ شَرٍّ هُوَ عَلَيْهِ مَكْتُوبٌ إِلَّا أَعَاذَهُ، وَلَيْسَ عَلَيْهِ مَكْتُوبٌ إِلَّا أَعَاذَهُ مِنْ أَعْظَمَ مِنْهُ

قُلْتُ: مَا هَذِهِ النُّكْتَةُ السَّوْدَاءُ فِيهَا؟ قَالَ: هَذِهِ السَّاعَةُ، تَقُومُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَهُوَ سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَنَا، وَنَحْنُ نَدْعُوهُ فِي الْآخِرَةِ يَوْمَ الْمَزِيدِ قُلْتُ: لِمَ تَدْعُونَهُ يَوْمَ الْمَزِيدِ؟ قَالَ: إِنَّ رَبَّكَ عَزَّ وَجَلَّ اتَّخَذَ فِي الْجَنَّةِ وَادِيًا أَفْيَحَ مِنْ مِسْكٍ أَبْيَضَ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ نَزَلَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنْ عَلِيِّينَ عَلَى كُرْسِيِّهِ، ثُمَّ حُفَّ الْكُرْسِيُّ بِمَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، وَجَاءَ النَّبِيُّونَ حَتَّى يَجْلِسُوا عَلَيْهَا، ثُمَّ حُفَّتِ الْمَنَابِرُ بِكَرَاسِيَّ مِنْ ذَهَبٍ، ثُمَّ جَاءَ الصِّدِّيقُونَ وَالشُّهَدَاءُ حَتَّى يَجْلِسُوا عَلَيْهَا، ثُمَّ يَجِيءُ أَهْلُ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا عَلَى الْكُثِيبِ فَيَتَجَلَّى لَهُمْ رَبُّهُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَتَّى يَنْظُرُوا إِلَى وَجْهِهِ، وَهُوَ يَقُولُ: أَنَا الَّذِي صَدَّقْتُكُمْ وَعْدِي، وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي، هَذَا مَحَلُّ كَرَامَتِي، فَسَلُونِي، فَيَسْأَلُونَهُ الرِّضَا، فَيَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: رِضَائِي أَحَلَّكُمْ دَارِي، وَأَنَلْتُكُمْ كَرَامَتِي، فَسَلُونِي، فَيَسْأَلُونَهُ حَتَّى تَنْتَهِيَ رَغْبَتُهُمْ فَيُفْتَحُ لَهُمْ عِنْدَ ذَلِكَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، إِلَى مِقْدَارِ مُنْصَرَفِ النَّاسِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ثُمَّ يَصْعَدُ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَى كُرْسِيِّهِ، فَيَصْعَدُ مَعَهُ الشُّهَدَاءُ وَالصِّدِّيقُونَ – أَحْسِبُهُ قَالَ – وَيَرْجِعُ أَهْلُ الْغُرَفِ إِلَى غُرَفِهِمْ، دُرَّةٌ بَيْضَاءُ لَا فَصْمَ فِيهَا وَلَا وَصْمَ، أَوْ يَاقُوتَةٌ حَمْرَاءُ، أَوْ زَبَرْجَدَةٌ خَضْرَاءُ، مِنْهَا غُرَفُهَا وَأَبْوَابُهَا، مُطَّرِدَةٌ فِيهَا أَنْهَارُهَا، مُتَدَلِّيَةٌ فِيهَا ثِمَارُهَا، فِيهَا أَزْوَاجُهَا وَخَدَمُهَا فَلَيْسُوا إِلَى شَيْءٍ أَحْوَجَ مِنْهُمْ إِلَى يَوْمِ الْجُمُعَةِ لِيَزْدَادُوا فِيهِ كَرَامَةً، وَلِيَزْدَادُوا فِيهِ نَظَرًا إِلَى وَجْهِهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، وَلِذَلِكَ دُعِيَ يَوْمَ الْمَزِيدِ رَوَاهُ ابْنُ أَبِي الدُّنْيَا وَالطَّبَرَانِيُّ فِي الْأَوْسَطِ بِإِسْنَادَيْنِ أَحَدُهُمَا جَيِّدٌ قَوِيٌّ، وَأَبُو يَعْلَى مُخْتَصَرًا، وَرُوَاتُهُ رُوَاةُ الصَّحِيحِ، وَالْبَزَّارُ وَاللَّفْظُ لَهُ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jibril ‘alaihissalam datang kepadaku, dan di tangannya ada sebuah cermin putih yang di dalamnya terdapat satu titik hitam. Maka aku berkata, ‘Apa ini, wahai Jibril?’ Ia menjawab, ‘Ini adalah hari Jumat. Tuhanmu menawarkannya kepadamu agar menjadi hari raya bagimu juga bagi umatmu sesudahmu. Engkau yang pertama (mendapatkannya), kemudian orang-orang Yahudi dan Nasrani setelahmu.’

Nabi ﷺ bersabda, ‘Apa yang kami peroleh di dalamnya?’ Ia menjawab, ‘Di dalamnya terdapat kebaikan bagi kalian. Di dalamnya ada satu waktu; siapa pun yang berdoa kepada Tuhannya pada waktu itu dengan kebaikan yang telah ditentukan untuknya, niscaya Allah akan memberinya. Atau jika kebaikan itu belum ditentukan untuknya, niscaya Allah akan menyimpankan baginya sesuatu yang lebih agung dari hal tersebut. Dan siapa yang berlindung kepada Allah dari suatu keburukan yang telah ditetapkan baginya, niscaya Allah akan melindunginya. Atau jika belum ditetapkan baginya, niscaya Allah akan melindunginya dari yang lebih besar darinya.’

Aku berkata, ‘Apakah titik hitam yang ada pada cermin itu?’ Ia menjawab, ‘Itu adalah hari Kiamat yang terjadi pada hari Jumat. Hari itu adalah sebaik-baik hari bagi kami. Kami menyebutnya di akhirat sebagai Yaumul Mazid (hari bertambahnya anugerah).’

Aku berkata, ‘Mengapa kalian menamakannya Yaumul Mazid?’ Ia menjawab:

“Sesungguhnya Tuhanmu ‘Azza waJalla telah menjadikan di dalam surga sebuah lembah yang luas dari misk putih. Apabila hari Jumat tiba, maka Dia Tabaraka wa Ta‘ala turun dari tempat yang tinggi (‘Illiyyin) ke atas kursi-Nya. Lalu kursi itu dikelilingi oleh mimbar-mimbar dari cahaya. Para nabi datang lalu duduk di atasnya. Kemudian mimbar-mimbar itu dikelilingi oleh kursi-kursi dari emas. Selanjutnya datanglah para shiddiqin dan para syuhada hingga mereka duduk di atasnya. Kemudian datang pula para penghuni surga hingga mereka duduk di atas gundukan pasir putih.

Kemudian Tuhan mereka Tabaraka wa Ta‘ala menampakkan diri-Nya kepada mereka sehingga mereka dapat memandang Wajah-Nya. Dia berkata: ‘Akulah Yang telah Membenarkan Janji-Ku kepada kalian dan Menyempurnakan Nikmat-Ku bagi kalian. Inilah tempat Kemuliaan-Ku, silakan kalian meminta kepada-Ku.’

Maka mereka memohon keridhaan-Nya. Allah ‘Azza waJalla berfirman: ‘Keridhaan-Ku telah menjadikan kalian menetap di Negeri-Ku ini. Aku juga telah menganugerahkan kepada kalian kemuliaan-Ku. Jadi silakan kalian minta (lagi) kepada-Ku.’ Lalu mereka terus memohon (semua yang diinginkan) sampai semua keinginan mereka terpenuhi.

Lalu pada saat itu dibukakan bagi mereka sebagai puncak kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, bahkan tidak pernah terlintas dalam hati manusia, (hal itu berlangsung) hingga seukuran kisaran waktu orang-orang kembali pada hari Jumat.

Kemudian Tuhan Tabaraka wa Ta‘ala naik kembali di atas Kursi-Nya, lalu naik pula bersama-Nya para syuhada dan para shiddiqin — aku kira ia (Anas) berkata — dan para penghuni kamar-kamar (surga) kembali ke kamar mereka, yaitu mutiara putih yang tidak memiliki retakan apalagi cacat, atau yaqut merah, atau zabrajad hijau; dari jenis itulah kamar-kamar dan pintu-pintunya terbentuk, sungai-sungainya mengalir, buah-buahnya tersedia, dan di dalamnya ada istri-istri dan pelayan mereka.”

Namun (dibandingkan itu semua) mereka tidak lebih membutuhkan sesuatu pun selain hari Jumat, supaya mereka bertambah kemuliaan dan bertambah melihat wajah-Nya Tabaraka wa Ta‘ala. Karena itulah hari itu disebut Yaumul Mazid.”

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dan ath-Thabarani dalam Al Awsath dengan dua sanad; salah satunya baik dan kuat. Abu Ya‘la meriwayatkannya pula secara ringkas, sementara para perawinya merupakan para perawi kitab shahih. Al-Bazzar juga meriwayatkannya, dan redaksi ini menggunakan redaksinya.)


Sumber: Shahih At-Targhib wat-Tarhib no. 3761