Beranda » Latest » Artikel » Ibadah » Ibadah Puasa Adalah Milik dan Untuk Allah
sky-3335585_640

Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِه

Semua amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya (H.R al-Bukhari dari Abu Hurairah)

Al-Imam al-Qurthubiy rahimahullah menyatakan:

Sesungguhnya Allah mengkhususkan puasa sebagai milik-Nya—meskipun seluruh ibadah adalah milik-Nya—disebabkan oleh dua perkara yang membedakan puasa dengan ibadah lainnya:

Pertama: Bahwa puasa mencegah jiwa dari kelezatan dan syahwatnya dengan cara yang tidak terdapat pada ibadah-ibadah lainnya.

Kedua: Bahwa puasa adalah rahasia antara seorang hamba dengan Tuhannya yang tidak nampak kecuali bagi-Nya, oleh karena itulah puasa menjadi khusus bagi-Nya. Sedangkan ibadah selainnya nampak (zahir), yang terkadang dilakukan seseorang karena kepura-puraan (tashannu’) atau riya. Itulah sebabnya sifat kekhususan ini lebih melekat pada puasa dibandingkan ibadah lainnya.”


Sumber: al-Jami’ li Ahkaamil Quraan/ Tafsir al-Qurthubiy 2/274

Naskah dalam Bahasa Arab

قال القرطبي رحمه الله تعالى في تفسيره: وَإِنَّمَا خَصَّ الصَّوْمَ بِأَنَّهُ لَهُ وَإِنْ كَانَتِ الْعِبَادَاتُ كُلُّهَا لَهُ لِأَمْرَيْنِ بَايَنَ الصَّوْمُ بِهِمَا سَائِرَ الْعِبَادَاتِ. أَحَدُهُمَا أَنَّ الصَّوْمَ يَمْنَعُ مِنْ مَلَاذِّ النَّفْسِ وَشَهَوَاتِهَا مَا لَا يَمْنَعُ مِنْهُ سَائِرُ الْعِبَادَاتِ. الثَّانِي أَنَّ الصَّوْمَ سِرٌّ بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ رَبِّهِ لَا يَظْهَرُ إِلَّا لَهُ، فَلِذَلِكَ صَارَ مُخْتَصًّا بِهِ. وَمَا سِوَاهُ مِنَ الْعِبَادَاتِ ظَاهِرٌ، رُبَّمَا فَعَلَهُ تَصَنُّعًا وَرِيَاءً، فَلِهَذَا صَارَ أَخَصَّ بِالصَّوْمِ مِنْ غَيْرِهِ