Mengapa Pujian Indah Tertuju pada Para Sahabat Nabi?

Al-’Allamah Ubaid al-Jabiry rahimahullah berkata:
“Mereka adalah para sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Kita tidak berucap tentang mereka kecuali kebaikan, tidak menyebut mereka kecuali dengan kebaikan pula, dan tidak memuji mereka kecuali dengan pujian yang indah; hal ini dikarenakan beberapa alasan:
Pertama: Sesungguhnya Allah telah memilih kelompok manusia ini untuk menemani Nabi-Nya صلى الله عليه وسلم—semoga Allah meridhai mereka. Dan Allah tidaklah memilih kecuali manusia-manusia terbaik di zaman tersebut.
Kedua: Sesungguhnya barangsiapa yang mencela satu orang sahabat saja, maka ia sebenarnya telah mencela apa yang diriwayatkan oleh sahabat tersebut dari Nabi صلى الله عليه وسلم. Contohnya, orang yang mencela Abu Hurairah, ia telah menghancurkan (kepercayaan terhadap) lebih dari lima ribu hadis bagi umat ini, yang mana di antaranya terdapat hadis-hadis pokok dalam memurnikan ketaatan beragama kepada Allah Azza wa Jalla.
Maka bagaimana lagi dengan orang yang mencela seluruh sahabat?!! Sesungguhnya celaannya itu (secara tidak langsung) ditujukan kepada Allah Azza wa Jalla.
Penjelasannya: Bahwa celaan ini membawa konsekuensi (lazim) yang merupakan sebatil-batilnya kebatilan, yaitu (secara tidak langsung menganggap) bahwa Allah telah memilihkan bagi Nabi-Nya orang-orang yang tidak layak untuk menjadi sahabatnya. Maha Suci Allah setinggi-tingginya dari apa yang diucapkan oleh orang-orang zhalim tersebut.”
Sumber: Imdad Shadiq al-Amani bi Syarh Muqaddimah Ibnu Abi Zaid al-Qairawani, hal. 236-237
Naskah dalam Bahasa Arab:
قال العلامة عبيد الجابري رحمه الله
هؤلاء صحابة رسول الله صلى الله عليه وسلم لا نقول فيهم إلا خيرا، ولا نذكرهم إلا بخير، ولا نثني عليهم إلا بجميل الثناء؛ لأمور
أولا: أن الله اختار لصحبة نبيه صلى الله عليه وسلم هذا الصنف من الناس رضي الله عنهم، والله لا يختار إلا أفضل البشر في ذاك الزمان
ثانيا: أن من طعن في صحابي واحد، فهو يطعن فيما رواه ذلكم الصحابي عن النبي صلى الله عليه وسلم، فالذي يطعن في أبي هريرة – على سبيل المثال- ينسف على الأمة خمس ألاف حديث وكسرا، ومنها ما هو أصول في خالص التدين لله عز وجل. فكيف بالذي يطعن في جميع الصحابة؟!! إن طعنه يتوجه إلى الله عز وجل
وإيضاحه: أنه يلزم على هذا الطعن لازم هو أبطل الباطل، وهو أن الله اختار لنبيه ما لا يصلح للصحبة، تعالى الله عما يقول الظالمون علوا كبيراً
إمداد صادق الأماني بشرح مقدمة ابن أبي زيد القيرواني ص (٢٣٦- ٢٣٧)

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.